Mengukur efektivitas disinfektan dari pemutih pakaian

0
48

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID – Upaya melawan virus corona terus berbagai pihak lakukan. Selain menjaga kebersihan diri, kini banyak warga yang aktif menyemprotkan disinfektan di lingkungan perumahan.

Sayang, sekarang produk disinfektan sulit orang cari di pasaran, seperti halnya masker atau hand sanitizer. Warga pun akhirnya banyak yang membuat formula disinfektan sendiri.

Salah satu bahan yang banyak orang pakai adalah pemutih pakaian (sodium hypochlorite) yang memang bisa membunuh kuman dan virus, termasuk virus influenza, staphylococcus, streptococcus, salmonella, juga salesma.

“Kita bisa menggunakan pemutih pakaian sebagai disinfektan permukaan benda, untuk menghancurkan struktur protein mikroorganisme, seperti virus atau bakteri,” kata David Nazarian, dokter layanan primer, seperti dikutip Insider.

Baca Juga: Pakai lima bahan sederhana, begini cara membuat hand sanitizer

Sodium hypochlorite akan mengoksidasi atau membakar membran pelindung bakteri dan cangkang protein virus, sehingga mikroorganisme ini mudah dihancurkan. Membersihkan permukaan yang keras dengan cairan pemutih pakaian bisa mencegah penyebaran infeksi.

Sebab, cairan tersebut secara efektif menyingkirkan patogen yang hidup di permukaan benda dan ada kemungkinan berpindah ke mulut atau hidung Anda.

Kendati begitu, ada beberapa panduan yang harus Anda ketahui dalam memakai cairan pemutih pakaian untuk membersihkan permukaan benda di rumah.

Cairan pemutih tidak bisa Anda gunakan ke semua permukaan benda. Misalnya, hindari memakainya pada lantai kayu atau dinding yang dicat karena bisa mengikis.

Baca Juga: Mau berjemur untuk imunitas cegah corona? Ini jam yang paling baik Data HK