Apakah kita perlu memakai masker N95 untuk mencegah virus corona?

0
30

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID kacau JAKARTA. Menggunakan kedok menjadi salah satu upaya kita untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona ketika bepergian ke luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk mencegah terkena virus corona, apakah kita menetapkan menggunakan masker N95?

Masker N95 merupakan masker yang melindungi pengguna dari partikel reda dan airborne . Masker ini memiliki kapasitas filter untuk partikel yang lebih mungil daripada masker bedah.

Prof Wiku Adisasmito Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Covid-19 mengatakan bahwa masker ini digunakan untuk tenaga medis dengan menangani pasien dengan risiko infeksi tinggi. Wiku menyarankan dokter gigi dan perawat yang menangani penderita risiko infeksi tinggi agar memakai masker ini. “Tenaga medis yang tidak menangani pasien risiko tinggi hanya perlu mengenakan masker hancur, ” kata Wiku dalam video conference, Sabtu (4/4).

Baca Juga: WHO: Semakin banyak orang muda yang sekarat karena virus corona (covid-19)

Wiku mengatakan bahwa masyarakat hanya menetapkan menggunakan masker kain yang terdiri dari tiga lapis. Jika masker ini sudah basah, maka perlu diganti. “Menggunakan masker kain itu tidak hanya untuk melindungi kita, tapi juga untuk melindungi orang lain, ” kata dia.

Sementara masker bedah menetapkan dipakai oleh tenaga kesehatan serta orang-orang yang sakit.

Apa beda masker N95 serta masker bedah? Selain bisa menyaring partikel yang lebih kecil daripada masker bedah, masker N95 biar didesain untuk menutup rapat paras. Menurut Food and Drug Administration (FDA) yang merupakan badan pengelola obat dan makanan Amerika Serikat (AS), setidaknya 95% partikel sangat kecil tidak menembus masker ini meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko penyakit.

Baca Juga: Tidak disangka, Trump meminta 3M hentikan ekspor masker N95

Klasifikasi penggunaan masker itu dianjurkan untuk mengatasi kelangkaan kedok bedah dan masker N95 untuk tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien yang terinfeksi virus corona. “Masker sangat tidak efektif untuk masyarakat umum yang tidak mengenakannya dengan benar, ” prawacana Dr. Amesh A. Adalja, senior scholar Johns Hopkins Center for Health Security kepada Health. com.

Yang lebih penting daripada mengenakan kedok adalah physical distancing serta menjaga kejernihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir memutar tidak selama 20 detik. “Selain itu mulai menghentikan kebiasaan buat menyentuh wajah, hidung, mulut, dan mata karena ini adalah rute-rute paling klasik untuk Covid-19, ” kata Juru Bicara Pemerintah Istimewa Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, Sabtu (4/4).