Penerimaan Bukit Asam (PTBA) konsisten menyusun dalam lima tahun terakhir

0
404

Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Di tengah volatilitas harga batubara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih bisa mengalami beberapa kali lonjakan kinerja di periode tarikh 2015 sampai 2019 lalu.

Berdasarkan laporan keuangan, perolehan PTBA pada 2015 tercatat sejumlah Rp 13, 84 triliun. Pada saat yang sama laba bersih perusahaan berada di level Rp 2, 03 triliun.

Berlanjut di tahun 2016, pendapatan PTBA kembali naik menjadi Rp 14, 05 triliun. Tetapi menyaruk bersih perusahaan ini turun menjelma Rp 2 triliun.

Baca Juga: IHSG rebound 2, 02%, ini 10 saham net buy terbesar investor asing kemarin, Jumat (3/4)

Mendatangi tahun 2017, PTBA lagi-lagi menjalani kenaikan pendapatan menjadi Rp 19, 47 triliun sekaligus kenaikan menyaruk bersih menjadi Rp 4, 47 triliun.

Pendapatan PTBA kembali naik menjadi Rp 21, 16 triliun pada tahun 2018. Begitu juga dengan laba bersihnya yang meningkat menjadi Rp 5, 03 triliun.

Final, di tahun 2019 pendapatan PTBA meningkat lagi menjadi Rp 21, 78 triliun. Bedanya, di tarikh lalu laba bersih perusahaan turun menjadi Rp 4, 05 triliun.

Sementara itu, buatan batubara PTBA pada tahun 2015 mencapai 19, 17 juta ton. Jumlah ini meningkat menjadi 19, 6 juta ton pada tarikh 2016. Produksi batubara PTBA balik naik menjadi 24, 2 juta ton pada tahun 2017.

Batubara yang diproduksi PTBA lagi-lagi naik menjadi 26, 4 juta ton pada tahun 2018. Adapun di tahun 2019 kemarin, produksi batubara emiten pelat abang ini mencapai 29, 1 juta ton.

Baca Juga: Pasal Corona, Penjualan Mobil Astra International (ASII) Turun Hingga 30%

Sekretaris Perusahaan PTBA Hadis Surya Palapa berpendapat, pihaknya senantiasa meningkatkan level produksi, pengangkutan, dan penjualan batubara.

Selain itu, PTBA juga menerapkan efisiensi biaya di semua garis operasi bisnis dan penerapan metode kelola perusahaan yang baik secara konsisten.