Ekonom Core memprediksi neraca perdagangan mau surplus di bulan Maret 2020

0
279

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Bea Cukai mendokumentasikan sepanjang tahun ini nilai ekspor barang Indonesia lebih tinggi daripada impor. Hal ini terjadi pada tengah pandemik Covid-19 yang terjadi di seluruh penjuru dunia tercatat di Indonesia.

Berdasarkan data Bea Cukai sejak mula tahun hingga 28 Maret 2020 realisasi impor menurut devisa sebanyak US$ 1, 9 miliar. Sementara ekspor lebih tinggi yakni US$ 3, 12 miliar. Artinya neraca perdagangan surplus US$ 1, 22 miliar.

Mengucapkan Juga: Ekonom CIMB Niaga sarankan BI aktifkan bilateral currency swap agreement

Adapun berdasarkan catatan bea cukai, komoditi impor yang besar berupa barang-barang konsumsi, barang-barang modal, dan bahan baku penolong. Di antaranya seperti mesin, tekstil, barang tunas manufaktur, bahan baku telepon seluler. Sementara untuk ekspor didominasi sebab komoditi seperti batubara, barang sumbangan, mineral dan logam, minyak mentah dan turunannya, serta bahan primer dalam bentuk butiran.

Melihat hal ini, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah menilai saat ini penyebab utama dari menurunnya permintaan dunia serta penurunan kehormatan komoditas tentu disebabkan oleh wabah Covid-19.

Baca Juga: Tersedia Wabah Corona, World Bank Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Cuma dua, 1%

Menurutnya, dengan turunnya permintaan dan kehormatan komoditas inilah yang membuat ekspor tentunya juga akan menurun. Tak hanya itu, impor juga menurun drastis akibat tidak berjalannya produksi manufaktur di dalam negeri. “Yang bertahan utamanya impor barang bertabur, ” Katanya kepada Kontan. co. id, Selasa (7/4).

Meski melihat pola penurunan ekspor dan impor dengan China, Piter memprediksi neraca perdagangan pada bulan Maret 2020 akan membaik atau surplus. Hal ini dipengaruhi sebab adanya penurunan impor jauh lebih besar dibandingkan penurunan Ekspor. “Kalau melihat pola penurunan ekspor dan impor kita dengan China, diperkirakan neraca perdagangan di bulan Maret akan surplus, ” ungkapnya.