PSBB dinilai berbelit, Jokowi beralasan tak mau salah ambil keputusan

0
400

Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Pemerintah memutuskan mengambil opsi Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) buat mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Langkah itu diambil dengan terbitnya peraturan pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020. Selain itu ada pula Peraturan Gajah Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 yang menjadi pedoman PSBB.

Menkes menjadi penentu untuk daerah menerapkan kebijakan PSBB. Selain mengusulkan, daerah harus melengkapi sebanyak birokrasi yang dinilai berbelit-belit.

“Saya kira kita segenap dengan kondisi seperti ini jangan sampai mengambil keputusan salah, ” sanggah Presiden Joko Widodo menyikapi hal tersebut saat memberikan bahan pers, Kamis (9/4).

Baca Juga: Besok PSBB di Jakarta berlaku, berikut yang boleh dan tak boleh orang lakukan

Jokowi mengatakan, pemungutan keputusan harus hati-hati. Berbagai pertimbangan harus dilakukan sebelum memutuskan sepadan daerah melakukan PSBB.

Beberapa persyaratan untuk menerapkan PSBB antara lain melihat jumlah kejadian dan angka kematian berdasarkan epidimologi. Selain itu kesiapan daerah pada pemunuhan kebutuhan pun menjadi pertimbangan.

“Saya sampaikan kalau pelaksanaan PSBB tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia namun kita ingin melihat kondisi per daerah, ” terang Jokowi.

Langkah PSBB dipilih untuk menggantikan opsi pemutusan akses total atau lockdown . Pada PSBB, ketentuan seperti peliburan sekolah dan tempat kerja bersifat pembatasan begitu pula dengan kehiatan keagamaan, sosial budaya, hingga transportasi.

Mengaji Juga: Saat pelaksanaan PSBB di Jakarta, ini dengan polisi lakukan