Duh, WHO sebut Indonesia dan India berpotensi jadi episenter baru Covid-19

0
283

Sumber: Kompas. com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –┬áJAKARTA. Setelah Amerika dan Eropa, Asia Tenggara disebut berpeluang menjelma episenter baru pandemi Covid-19 kalau wabah tidak terkontrol.

Regional Director WHO kawasan Asia Tenggara telah mengeluarkan sebuah media briefing sebagai peringatan dan saran kehati-hatian untuk negeri di Asia Tenggara. Ia berujar gelombang episenter wabah corona daripada Amerika dan Eropa akan menuju Asia Tenggara.

Baca Juga: PSBB diterapkan, kendaraan yang menyelap Jakarta dicek polisi

Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO DG, Diah Saminarsih, menyampaikan bahwa potensi pergeseran gelombang episenter wabah ke provinsi Asia Tenggara ini bisa siap sangat besar jika tidak terkontrol dari sekarang.

Nusantara adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, India pada Asia Selatan juga disorot WHO sebagai negara yang padat penduduk.

“Indonesia dan India, apabila epidemi tidak terkontrol dalam dua negara tersebut, maka negeri Asia Tenggara menjadi episenter segar (Covid-19) di dunia, ” kata pendahuluan Diah dalam diskusi daring bertajuk ‘Hari Kesehatan Dunia 2020: Ulah Nyata Masyarakat Sipil di Kala Pandemi’, Kamis (9/4).

Saat ini, episenter ada dalam Amerika dan Eropa. Di Amerika Serikat, angka kematian bahkan mampu mencapai sekitar 1. 000 moralitas per hari. “Kita tentu ingin menghindari ini terjadi di zona Asia Tenggara, termasuk menghindari itu terjadi di Indonesia, ” perkataan dia.

Baca Juga: Doni Monardo: Sejumlah daerah kemungkinan bakal terapkan PSBB seperti Jakarta

Oleh sebab tersebut, Diah berujar Indonesia sebagai negara yang ‘terlambat’ terinfeksi virus corona bisa mengambil pelajaran akan hal-hal yang dilakukan di negara lain.

Termasuk rekomendasi kecendekiaan dan antisipasi kesehatan, untuk menyekat Indonesia menjadi episenter baru virus corona. (Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “WHO: Indonesia dan India Berpotensi Jadi Episenter Mutakhir Covid-19”