SUN acuan tenor 10 tahun memutar banyak diburu, investor mulai bagak masuk pasar?

0
395

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengadakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari itu, Selasa (14/4).

Buatan lelang ini menunjukkan minat investor terhadap pasar obligasi Indonesia belum menunjukkan perbaikan, bahkan cenderung memburuk. Sebab hanya ada penawaran merembes Rp 27, 65 triliun pada lelang kali ini. Jumlah tersebut turun dibanding lelang SUN sebelumnya yang mencapai Rp 33, 51 triliun.

Dari total penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap dana sebanyak Rp 16, 88 triliun. Angka tersebut faktual di bawah target semula pemerintah yang sebesar Rp 20 triliun-Rp 30 triliun.

Baca Juga: Kekhawatiran penangangan corona masih menghantui investor, hasil lelang SUN mendarat

Seri kemuliaan FR0082 menjadi seri yang paling diminati oleh para peserta. Jumlah penawaran yang masuk untuk seimbang acuan 10 tahun tersebut mencapai Rp 9, 51 triliun. Cahaya ini sekaligus menjadi yang memutar banyak dimenangkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7, 96%.

Hal ini sedikit berbeda dibandingkan biasanya. Pada lelang-lelang sebelumnya, seri-seri yang paling diminati ialah seri-seri yang memiliki waktu jeblok tempo lima tahun atau lebih cepat.

Direktur Aliansi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut seri FR0082 menjadi yang paling banyak diburu pada lelang kala ini karena menjadi modelling portofolio obligasi.

“Para investor biasanya akan seimbangkan antara seri benchmark 5 tahun dan 10 tahun. Selain itu seri acuan 10 tahun juga memungkinkan mendapatkan bengkok hasil yang lebih besar secara volatilitas yang lebih terukur, ” kata Nico kepada Kontan. co. id, Selasa (14/4).

Baca Juga: Penawaran lelang SUN turun, pemerintah menyerap dana di lembah target

Tatkala Head of Economic Research Pefindo Fikri C Permana menuturkan ada kemungkinan seri FR0082 menjadi yang paling banyak diburu dan dimenangkan sebagai langkah intervensi bank pokok. “Saya curiga kalau itu merupakan bentuk intervensi bank sentral, khususnya bertujuan menjaga yield seri benchmark 10 tarikh, ” ujar Fikri.

Setelah seri FR0082, seri berikutnya yang paling banyak dimenangkan ialah seri FR0081 atau seri cetakan 5 tahun, yakni sebesar Rp 4, 15 triliun dengan yield sama 7, 54%. Berikut daftar lengkap seri yang dimenangkan beserta yield rata-ratanya:

1. SPN03200715 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2020. Seri ini dimenangkan Rp 380 miliar dengan yield rata-rata tertimbang 2, 56%
2. SPN12210401 yang jatuh tempo pada 1 April 2021. Seri ini dimenangkan Rp 300 miliar dengan yield rata-rata tertimbang 3, 57 %
3. FR0081 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025. Cahaya ini dimenangkan Rp 4, 15 triliun dengan yield rata-rata tertimbang tujuh, 54%
4. FR0082 yang jatuh tempo pada 15 September 2030. Seri ini dimenangkan Rp 8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang tujuh, 96%
5. FR0080 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035. Seri ini dimenangkan Rp 2 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 8, 21%
6. FR0083 dengan habis waktu pada 15 April 2040. Seri ini dimenangkan Rp 1, 6 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 8, 32%
7. FR0076 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048. Seri ini dimenangkan Rp 450 miliar dengan yield sama tertimbang 8, 42%