Gara-gara corona, obligasi dari sektor multifinance dinilai punya peluang default

0
394

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Di tengah pandemi virus corona, beberapa emiten terdesak mengalami pemangkasan peringkat dan outlook oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bahkan pada kurun waktu April, Pefindo tercatat sudah memotong 11 peringkat ataupun outlook sebab beberapa emiten.

Eksekutif Utama Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggono, menilai pemangkasan peringkat dan outlook merupakan hal wajar di tengah kondisi masa ini. Dia menyebut, pandemi virus corona telah membuat aktivitas ekonomi menjadi terganggu.

“Memasuki kuartal II-2020 kondisi ini belum ada tanda-tanda membaik. Sehingga di dalam semester I-2020 terlihat belum tersedia pergerakan ekonomi yang artinya kinerja emiten pasti akan banyak yang terdampak, ” ujar Wahyu kepada Kontan. co. id, Kamis (16/4).

Menyuarakan Juga: Pefindo sudah menurunkan peringkat dan outlook 11 perusahaan akibat corona

Wahyu bahkan menyebut, imbas dari terganggunya kinerja emiten menelungkupkan lebar peluang gagal bayar obligasi. Naganaganya beberapa emiten yang sudah menerbitkan obligasi korporasi akan kesulitan membayar kewajiban kupon tiga bulanan atau enam bulanan seiring buruknya putaran roda ekonomi.

“Di tengah kondisi seperti itu, saya lihat beberapa emiten berpeluang akan mengalami penundaan pembayaran bon yang bisa disebut juga sebagai gagal bayar. Biasanya akan dikenal sebagai technical default, jika ini terjadi otomatis ratingnya bisa turun sampai ke CCC, ” tambah Wahyu.

Menyuarakan Juga: Efek kemerosotan rupiah, ada empat perusahaan berisiko karena utang dolar

Sektor yang dinilai Wahyu paling rentan mengalami gagal tukar adalah sektor keuangan, khususnya multifinance. Ini karena semenjak virus corona menyebar, perusahaan multifinance mengalami pengganggu untuk menyalurkan kredit seiring dengan turunnya konsumsi masyarakat.

“Ditambah lagi pemerintah kan bikin kebijakan bebas cicilan kredit untuk kalangan tertentu. Sehingga kami melihat obligasi yang diterbitkan multifinance bakal meningkat potensi gagal bayarnya, ” kata Wahyu.

Baca Juga: Moody’s pangkas outlook Inalum menjelma negatif

Sementara sektor yang relatif tidak terdampak signifikan disebut Wahyu adalah perusahaan-perusahaan yang berfokus di produksi makanan dan minuman, perusahaan farmasi, dan perkebunan yang berkaitan dengan hasil bumi.