Itu penjelasan analis terkait saham top leaders sepanjang tahun 2020

0
277

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa (21/4), ditutup di kelas 4. 501, 92 atau mendarat 28, 54% sejak awal tahun (ytd).

Di sedang penurunan tersebut saham PT Siantar Top tbk (STTP) justru terbang 135, 6% ytd dengan kadar kapitalisasi Rp 14 triliun, disusul oleh saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) yang naik 195, 1% sejak melantai kamar lalu dan PT Indoritel Kaya Internasional Tbk (DNET) yang terangkat 13, 4%.

Ukuran kapitalisasi pasar CARE dan DNET masing-masing sebesar Rp 10 triliun dan Rp 49 triliun.

Baca Serupa: Saham lapis kedua dan ketiga menghijau saat IHSG jatuh, ini kata analis

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, kenaikan itu bersifat mekanisme pasar. Di mana jumlah investor yang memegang saham tersebut sangat memengaruhi pergerakan makna.

Di saat bagian tidak likuid dengan nilai kapitalisasi kecil maka pemegang saham hendak lebih kecil dari saham blue chips . Dus, ketika ada investor dengan volume kecil membeli saham lapis besar dan tiga seperti STTP, CARE dan DNET harga akan terangkat.

“Kalau misalnya pasar turun kemudian investor melihat peristiwa itu, kalau dia pegang saham tertentu dia jual itu yang membuat saham turun. Tetapi tersedia juga yang tidak likuid, tidak banyak yang pegang dan sebab pasar turun, karena tidak banyak yang pegang ya tidak tersedia yang jual. Di sisi lain, selalu ada orang yang menyimpan tunai, ya belanja, ” sahih Teguh Hidayat kepada Kontan, Selasa (21/4).

Baca Juga: Ini Bonus yang Direksi dan Komisaris Bank BCA (BBCA) Peroleh tempat Kinerja 2019

Dukungan dari Anda hendak menambah semangat kami dalam menampilkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.