Mandom Indonesia optimistis bidik pertumbuhan perolehan 5%-10% tahun ini

0
25

Reporter: Istimewa Hidayat | Editor: Herlina Kartika Buah hati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Meski ekonomi bergejolak akibat wabah covid-19, produsen kosmetik dan individual care, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) tetap menggenjot kinerjanya tahun ini. Perseroan tetap mengevaluasi strategi dan peluncuran buatan baru untuk tetap eksis di pasaran.

Soal bahan, Mandom Indonesia memantapkan diri dengan membidik pertumbuhan pendapatan kisaran 5%-10% dibandingkan tahun lalu. “Target sedang kami pasang di kisaran itu, walau memang kondisi tahun ini agak berbeda, ” ujar Alia Dewi, Sekretaris Perusahaan PT Mandom Indonesia Tbk kepada Kontan. co. id, Jumat (24/4).

Dengan perolehan pendapatan bersih tarikh lalu sebanyak Rp 2, 80 triliun, maka dengan target itu diproyeksikan pendapatan perusahaan tahun tersebut berkisar Rp 2, 94 triliun-Rp 3, 08 triliun. Meski lengkap tantangan, TCID tetap menggenjot usaha lewat inovasi produk baru di setiap tahun.

Baca Juga: Mandom Indonesia akan bagi dividen had Rp 84, 45 miliar, menyimak jadwalnya

Taat Alia, penambahan produk baru pasti ada dengan mempertimbangkan kondisi rekan terkini. Jumlah Stock Keeping Unit (SKU) yang akan diluncurkan bermacam-macam secara menargetkan konsumen pria maupun wanita.

Mengenai kondisi Penyekatan Sosial Berskala Besar di Ibukota, menurut Alia lebih berdampak bagi operasional perkantoran pusat, namun zaman ini sebagian besar karyawan telah bekerja dari rumah ( work from home ). “Sedangkan produksi masih jalan secara penyesuaian protokol covid-19 dan saya juga sudah proses perizinan ke Kementerian Perindustrian, distribusi juga masih bisa berjalan, ” katanya.

Mengulik laporan keuangan tahunan 2019 Mandom Indonesia, penjualan bersihnya tumbuh 5, 89% year on year (yoy). Meski demikian laba bersih perusahaan tercatat turun 16% yoy menjadi Rp 145, 14 miliar di tahun itu.

Manajemen mengatakan laba yang mendarat sebagian besar karena kenaikan makna bahan baku karena bahan pokok masih menjadi porsi paling tinggi dalam harga pokok penjualan ataupun cost of good sold (COGS). Bea bahan baku dan bahan pengemas turut berkontribusi besar pada bahara pokok penjualan Mandom Indonesia.

Baca Selalu: Laba Mandom Indonesia (TCID) susut 16% tahun berserakan, begini prospeknya di 2020

Jika dilihat bertambah lanjut, dalam laporan keuangan terekam biaya bahan baku naik 9, 6% yoy menjadi Rp 1, 29 triliun. Selain itu, dalam 2019 TCID turut mencatatkan merana kurs mata uang asing sejumlah Rp 1, 72 miliar dalam 2019 padahal tahun sebelumnya mengagendakan keuntungan kurs Rp 4, 3 miliar.

Pertolongan dari Anda akan menambah spirit kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti tersebut.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.