Pandemi Covid-19 pengaruhi kinerja investasi dalam KEK

0
397

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID kacau JAKARTA. Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto mengakui bahwa Negeri Ekonomi Khusus (KEK) ikut terdampak dari adanya wabah virus korona (Covid-19) di Indonesia.

Beberapa pelaku usaha disebut Enoh terpaksa menunda realisasi investasinya pokok penyebaran wabah Covid-19 di Nusantara.

Tak hanya tersebut, kebijakan adanya physical distancing sebagai upaya menutus mata rantai penyaluran Covid-19 juga mempengaruhi pembangunan dalam KEK.

“Ada buah terhadap pelaku usaha di KEK. Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kemampuan investasi di KEK, lalu kurang pelaku usaha menunda realisasi investasinya. Pembangunan kawasan juga terhambat sebab akses permodalan yang dibatasi beserta adanya kebijakan physical distancing, ” jelas Enoh saat dihubungi Langsung. co. id pada Rabu (29/4).

Membaca Juga: Investasi KEK bebas izin lingkungan dan IMB, ini syaratnya

Enoh menambahkan, masuknya barang simpanan import untuk pembangunan pabrik pula terhambat. Hal tersebut lantaran kongsi yang memproduksi barang modal tidak berproduksi lagi, karena adanya pagebluk yang melanda global saat tersebut.

“Tenaga ahli ganjil juga terhambat masuk ke Indonesia, karena PSBB, ” imbuhnya.

Dari berita KONTAN sebelumnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan tengah dikembangkan oleh pemerintah telah mencatat perolehan investasi sebesar Rp 22, 2 triliun hingga Desember 2019. KEK tersebut juga sudah menyediakan lapangan kerja bagi 8. 362 tenaga kerja.

Menurut Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, Pemerintah memiliki komitmen investasi sebesar Rp 95, 3 triliun pada tahun 2024 sampai 2025. Enoh pun tetap bahwa nantinya KEK mampu memenuhi komitmen investasi tersebut.

Baca Juga: Lewat aturan baru kesenangan di KEK, Pemerintah harap persingkat perizinan

Jadi informasi, hingga tahun 2019 sudah terbangun 15 KEK di Nusantara, dengan 11 KEK telah berfungsi dan 4 sisanya dalam tahap KEK. Menurut jenisnya, terdapat 9 KEK Industri dan 6 KEK yang diarahkan untuk Pariwisata.

9 KEK industri merupakan KEK Sei Mangkei, KEK Arun Lhokseumawe, KEK Galang Batang, KEK Tanjung Api-Api, KEK Kendal, KEK MBTK, KEK Palu, KEK Bitung, dan KEK Sorong. Semengtara enam KEK Pariwisata di antaranya KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Ceduk, KEK Shingasari, KEK MAndalika, KEK Morotai, dan KEK Likupang.

Dukungan dari Kamu akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas & bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas infak berikut ini.