Lima aplikasi lawan Covid-19 yang dikembangkan di Indosat Oredoo Digital Camp

0
382

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) menyelenggarakan program Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) developer challenge yang bertemakan “Lawan Penyebaran COVID-19 dengan Inovasi”.

Dari 100 peserta lebih yang mengikuti IDCamp developer challenge ini, Indosat Ooredoo mendapatkan lima peserta terbaik dengan aplikasi paling inovatif.

Lima penggunaan tersebut adalah MUNYER, Aman Covid, TurnBackCovid, Dirumahajakuy, dan Amigo-19. Aplikasi-aplikasi dapat digunakan untuk membantu usaha pedagang keliling di tengah pandemi, membantu tuna netra mendapatkan informasi tentang Covid-19, membantu pengguna menyaring berita hoaks hingga mengelola agenda keluar rumah untuk membeli keinginan pokok.

1. Aplikasi MUNYE

Aplikasi advance moving hawker karya Adik Widiasmono dari Jakarta Selatan ini memberikan solusi atas kondisi yang menggugat semua orang tetap berada dalam rumah, namun ada kelompok umum yaitu anak kos yang langgeng harus keluar rumah untuk mencari makanan dan pedagang keliling yang tetap harus berjualan.

Baca Juga: Pendapatan Indosat (ISAT) lahir 7, 9% pada kuartal I 2020

Aplikasi ini mampu mengurangi intensitas klub untuk keluar rumah, meningkatkan perolehan pedagang keliling, dan memudahkan pelepasan kebutuhan sehari-hari.

Dengan tidak langsung, aplikasi ini serupa bisa digunakan untuk memberikan edukasi kepada pedagang keliling untuk mengelola diri dan melakukan pencegahan tertular Covid-19 dengan menghindari zona-zona merah penyebaran.

Aplikasi mobile untuk pedagang keliling: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fivelegs.main

Aplikasi web untuk bahan pembeli: https://kaki-lima.herokuapp.com/


2. Aplikasi Aman Covid

Membawa tagline “Satu Segar, Semua Sehat”, karya Faris Ghilmany dari Kabupaten Bandung ini memberikan kemudahan kepada penyandang tuna mata untuk mengakses perkembangan Covid-19. Aplikasi tersebut juga memberikan rekomendasi kesibukan yang bisa dilakukan di rumah dan menampilkan perkembangan data terkini Covid-19 dari sumber yang mustakim.

Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan nomor telepon darurat dan dapat mengingatkan pemakai untuk melakukan protokol physical distancing. Saat ini, aplikasi masih di dalam tahap pengembangan untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

3. Aplikasi TurnBackCovid

Afif Baharuddin dari Bangkalan memiliki aplikasi yang berisikan fitur-fitur seperti keterangan berita terkini terkait Covid-19, edukasi, self-assessment pendeteksian risiko covid-19, daftar hotline, peta rumah sakit rujukan, dan notifikasi bila terlalu depan dengan pasien positif Covid-19.

Baca Selalu: Simak rekomendasi teknikal saham MEDC, ISAT dan AALI untuk Selasa (28/4)

Aplikasi yang masih dalam pengembangan ini nantinya akan menolong masyarakat untuk menyaring berita hoaks, mempercepat penelusuran riwayat kontak pasien positif, serta mempercepat tindakan pengerjaan penderita Covid-19.


4. Aplikasi Dirumahajakuy

Konsep yang diusung oleh Muhammad Sulthan Al Ihsan dari Banjarmasin pada karyanya ini adalah memberikan tantangan yang membuat penggunanya suka hati dan tetap berada pada rumah mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing .

Aplikasi itu memberikan tantangan setiap hari dengan bila pengguna berhasil menjalankannya hendak diberikan reward . Tantangan diatur untuk hanya mampu dikerjakan satu per harinya dan pengguna tetap berada di vila.

5. Aplikasi Amigo-19

Aplikasi karya Arief Zuhri dari Sleman ini bisa digunakan untuk mengelola jadwal muncul rumah untuk membeli bahan topik sehingga efektivitas waktu keluar sendi menjadi lebih baik. Aplikasi ini juga memberikan masukan rekomendasi tips belanja yang aman untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan statistik terbaru mengenai Covid-19 dan pusat edukasi yang dikemas secara menarik. Aplikasi ini sedang dalam tahap pengembangan sebelum bisa digunakan oleh masyarakat luas.

IDCamp 2020 yang diluncurkan Maret lalu akan memberikan total 10. 000 beasiswa belajar coding kepada developer muda Indonesia.

Program ini merupakan kelanjutan IDCamp 2019 yang telah men lebih dari 4. 700 developer pemula tersertifikasi, lebih dari 500 developer tingkat mahir tersertifikasi dengan mana lebih dari 400 di antaranya berhasil bekerja setelah selesai menuntaskan beasiswa kelas developer.

Editor: Yudho Winarto