Aliran kas tersengat covid-19, AirAsia olok-olokan renegosiasi utang sewa pesawat

0
391

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. AirAsia Indonesia mengungkapkan telah mengajukan renegosiasi pinjaman sewa pesawat kepada lessor untuk meringankan bebas perusahaan di tengah pendemi virus corona.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga mengakui, selama itu tanggungan pembayaran sewa pesawat makan biaya yang cukup besar di dalam komponen pembiayaan tetap.

“Kami melakukan renegosiasi itu untuk satu grup AirAsia. Prinsipnya, ana merenegosiasi termin-termin pembayaran dan elemen-elemen biaya semaksimal yang kami mampu, ” ujar Veranita saat maya conference, Senin (04/5).

Baca Juga: AirAsia potong gaji karyawannya gara-gara pandemi covid-19

Veranita menjelaskan, permintaan kesepakatan ulang itu diajukan ke sebanyak lessor yang menjalin kerja sepadan dengan AirAsia. Namun, ia tak mendetailkan siapa saja pihak lessor tersebut karena alasan etika usaha.

Adapun terkait keringanan yang diminta perusahaan, Veranita menerangkan manajemen telah mengajukan beberapa model.

Di antaranya adanya pengunduran pembayaran tanggungan hingga pemberian diskon-diskon. Ia menjelaskan, selama tersebut, lessor cukup positif menanggapi tuntutan perusahaan.

Selain menganjurkan relaksasi pembayaran tanggungan kepada lessor, Veranita menjelaskan, perusahaan telah mengajukan berbagai permohonan bantuan kepada negeri, baik secara langsung maupun melalaikan asosiasi.

Keringanan dengan diusulkan itu meliputi kelonggaran bea masuk, PPh 21 dan pajak-pajak lainnya, serta biaya kebandarudaraan. “Saat ini kan sudah ada relaksasi PPh 21. Tinggal kita dorong elemen sisanya, ” tutur Veranita.

Veranita optimistis ke depan, kondisi perusahaan akan kembali membaik. Setelah masa pandemi nanti, ia menyebut perusahaan akan cepat membuka kembali rute-rute yang masa ini dinonaktifkan agar keuangan kongsi kembali sehat.

Asal tahu saja, AirAsia Indonesia berencana akan mengaktifkan kembali layanan penerbangan berjadwal, khususnya untuk rute global, pada 18 Mei 2020 setelah sebelumnya menutup penerbangan berjadwal tengah sejak 1 April 2020 aliran pandemi virus corona (covid-19).

Baca Selalu: Terdampak pandemi virus corona, begini kondisi AirAsia Nusantara (CMPP) saat ini

Sementara itu, pendiri AirAsia Tony Fernandes, sebelumnya mengakui keadaan keuangan perusahaan di tengah penyebaran wabah corona sangat berat. Musababnya, sebanyak 96% armada mandek jalan untuk menekan tingkat penyebaran virus tersebut.

Tony mengesahkan, perusahaan belum pernah mengalami status semacam ini sebelumnya. Meski begitu, ia memastikan maskapai akan tentu berkomitmen untuk melayani pelanggannya.

Dalam menghadapi masa pelik akibat pandemi virus corona tersebut, Tony mengatakan perusahaannya tengah mencari cara untuk tetap mempertahankan semesta staf agar tak terjadi penetapan hubungan kerja atau PHK. Lengah satunya, dengan memangkas gaji, tercatat di level CEO.

Dukungan dari Anda bakal menambah semangat kami dalam menampilkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna seperti ini.

Jika sedia, silakan manfaatkan fasilitas donasi beserta ini.