Laba Kino Indonesia (KINO) tertekan dalam kuartal I 2020, ini penjelasan manajemen

0
32

Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA. Di tiga bulan pertama tahun 2020, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 57, 85 miliar. Jumlah tersebut menurun drastis hingga 81 % dibanding kuartal I tahun 2019 yang sebesar Rp 306, 13 miliar.

Padahal, penjualan KINO bertumbuh mematok 11% year on year (YoY) menjelma Rp 1, 11 triliun lantaran sebelumnya Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan PT Kino Indonesia Budi Mulyono Tbk menjelaskan penurunan laba ini dipicu oleh laba pembelian di bawah poin wajar pada saat KINO menambah kepemilikan saham di anak perusahaan.

Menangkap Juga: Tambah kapasitas produksi, Kino Indonesia (KINO) serap 35% capex selama kuartal I

“Di mana kami membeli dengan nilai bertambah murah sehingga kami mencatatkan one-off gain sebesar Rp 264 miliar, ” jelasnya kepada Kontan. co. id, Rabu (6/5). Oleh karena transaksi ini, pos laba pembelian dengan diskon membengkak.

Asal tahu saja, berdasar laporan keuangannya, pada 14 Januari 2019, KINO mengakuisi 51% saham PT Kino Food Indonesia (KFI) secara jumlah harga perolehan Rp 74, 9 miliar. Sekadar informasi, sebelumnya KFI merupakan entitas asosiasi sebab KINO.

Menurutnya, angka yang sesungguhnya bisa dibandingkan dengan kuartal I 2020 ketika Rp 264, 21 miliar dikeluarkan lantaran pos keuntungan pembelian dengan potongan (harga).

Dengan demikian, menyaruk bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kuartal I 2019 tercatat Rp 41, 92 miliar. Artinya, laba tersebut di tahun 2020 ini justru menemui pertumbuhan menjadi Rp 57, 85 miliar.

Untuk kuartal II-2020, Budi tidak memungkiri hendak banyak tantangan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di beberapa wilayah membuat kelompok tinggal di rumah.

“Aktivitas ekonomi tidak banyak berjalan. Dapat dikatakan tahun ini festive berkurang atau bahkan hilang dibanding tahun-tahun sebelumnya, ” imbuhnya.

Baca Juga: Ini sektor dengan menopang kenaikan penjualan Kino Nusantara (KINO) di kuartal I-2020

Walaupun kinerja KINO akan berat hingga akhir semester I-2020, Budi berharap kekurangan di semester ini akan tertutup dalam semester selanjutnya. Adapun saat tersebut KINO masih menargetkan penjualannya terbang 15% dan laba bersihnya terkerek 30% sepanjang tahun 2020.

Berkaca dari pertumbuhan faedah yang dianggapnya wajar tadi, ia masih optimistis target laba tersebut akan tercapai apabila sisi penjualannya juga terkerek sesuai harapan.

Adapun terkait penjualan, tahu disampaikan kepada Kontan. co. id sebelumnya bahwa penjualan KINO pada kuartal I terdorong oleh keputusan KINO memperkuat produk-produk yang memiliki permintaan stabil dan berpotensi merasai kenaikan. Misalnya, hand sanitizer, hand wash, dan minuman kesehatan.

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih pada perhatian Anda, tersedia voucer percuma senilai donasi yang bisa dimanfaatkan berbelanja di KONTAN Store.