McLaren berencana pangkas 1. 200 pekerja akibat pandemi

0
272

Sumber: BBC | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN. CO. ID porakporanda JAKARTA. Pandemi corona mengambil hampir semua pebisnis. Kali itu menimpa ke pembuat supercar sekaligus salah satu tim Formula 1 pokok Inggris yakni McLaren. Perusahaan ini berencana memangkas lebih dari seperempat karyawannya akibat penurunan penjualan dan pendapatan iklan yang tajam selama pandemi berlangsung.

McLaren sendiri saat ini mempekerjakan kira-kira 4. 000 karyawan. Dengan program tersebut, McLaren bakal memangkas kira-kira lebih dari 1. 200 karakter karyawannya yang sebagian besar berada di Inggris.

Baca Juga: Emirates berencana merumahkan 30. 000 karyawannya

Semasa pandemi ini, kegiatan balapan Formula 1 ditiadakan. Sementara pesanan untuk mobil supercarnya anjlok cukup di dalam akibat corona.

Baca Juga: Ada Plex’Eat, pelindung diri untuk pengunjung saat bersantap di restoran

Dalam pernyataanya, manajemen McLaren mengaku sudah berupaya keras untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan memotong beraneka macam biaya. “Tapi untuk saat itu, kami tidak punya pilihan asing selain mengurangi tenaga kerja awak, ” kata Kepala McLaren, Paul Walsh dalam sebuah pernyataan.

Meski mengalami krisis, Paul Walsh tidak menyerah dengan iklim pandemi ini. Justru situasi itu menjadi titik balik bagi McLaren untuk bisa kembali mencatatkan partumbuhan bisnis. “Kami berencana untuk hidup sebagai bisnis yang efisien serta berkelanjutan dengan arah yang terang, ” paparnya.

Namun untuk operasional Formula 1, McLaren diperkirakan bakal kehilangan 70 karakter dari total 800 pekerja pada ajang balap jet darat tersebut. Dan tampaknya, rencana bisnis ke arah yang lebih efisien itu bakal diadopsi oleh semua tim balap Formula 1 yang menginginkan adanya batasan biaya dalam pengembangan jet darat. Rencana ini, jika disetujui oleh tim balap yang lain, sudah bisa berjalan tahun aliran.