Mengenal Tapera, iuran baru yang bakal potong gaji karyawan 2, 5%

0
359

Sumber: Kompas. com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN. CO. ID –┬áJAKARTA . Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) baru saja ditandatangani pada 20 Mei 2020. Ini merupakan amanat Peraturan Nomor 4 Tahun 2016 yang bertujuan untuk┬ámembantu pembiayaan perumahan untuk para pekerja.

PP tersebut jadi payung hukum penyelenggaraan pungutan iuran yang akan diterapkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam waktu dekat. Dalam PP tersebut, BP Tapera akan memungut sekaligus mengelola dana untuk perumahan bagi PNS, prajurit TNI dan Polri, pekerja di perusahaan BUMN dan BUMD, dan perusahaan swasta.

Baca Juga: BI: Bunga 1, 5% cuma berlaku sesuai rasio GWM 3, 5% dari dana pihak ketiga perbankan

Pada tahap awal, target peserta Tapera adalah PNS, kemudian TNI dan Polri. Kemudian, Tapera diharapkan telah menjangkau 6, 7 juta peserta dari ASN, TNI/Polri, BUMN, dan BUMD.
Sementara karyawan swasta atau formal diberi waktu selambat-lambatnya 7 tahun sejak Badan Pengelola (BP) Tapera beroperasi. Buat iuran Tapera sebesar 3% tersebut, sebanyak 0, 5% ditanggung oleh pemberi kerja dan sisanya sebesar 2, 5% ditanggung oleh pekerja (potong gaji karyawan untuk iuran Tapera). Khusus untuk peserta mandiri, iuran dibayarkan sendiri.

Baca Juga: BP Tapera sah diteken, Bank BTN bakal lebih ekspansif

“Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3% dri gaji atau upah untuk peserta pekerja dan peserta pekerja mandiri, ” bunyi Pasal 15 PP tersebut dikutip pada Selasa (2/6/2020).

BP Tapera sendiri sebenarnya bukan lembaga baru. Institusi ini sebelumnya bernama Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan-Pegawai Negeri Sipil ( Bapertarum-PNS).

Dengan nomenkelatur baru, BP Tapera kini tak hanya menjadi pemungut iuran untuk PNS, namun bakal mengelola dana dari iuran pekerja yang berasal dari BUMN, BUMD, TNI lalu Polri, perusahaan swasta, dan peserta mandiri.

Baca Juga: BP Tapera bakal beroperasi, pasar perumahan diramal akan tumbuh

Dana bisa diambil setelah pensiun

Sebelum menjadi BP Tapera, Bapertarum-PNS memiliki sekitar 6, 7 juta orang peserta, baik PNS aktif maupun yang telah pensiun, dengan dana kelolaan Rp 12 triliun. Saat masih bernama Bapertarum, lembaga ini mengumpulkan uang dari PNS dengan memotong gaji setiap bulan sehingga uang di Bapertarum PNS pada dasarnya adalah uang PNS dan harus dikembalikan kepada mereka.

Lihat Juga: Dukung Tapera, KSPI minta PP Nomor 25 tahun 2020 dibenahi

Kepesertaan di BP Tapera akan berakhir jika pekerja sudah pensiun yakni usia 58 tahun. Nantinya setelah pensiun, peserta dapat mendapatkan dana simpanannya beserta hasil dari dana pengembangan yang ditempatkan di deposito bank, surat utang pemerintah, dan investasi lainnya.

Komite Tapera beranggotakan Menteri Keuangan, Menteri PUPR, Menteri Ketenagakerjaan, dan anggota independen. Komite tersebut diketuai Menteri PUPR.

Dikutip dari Antara, Kementerian Kegiatan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP menyebut aplikasi Cara Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) serta Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (Sikasep) dapat menjadi “big data” bagi Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera.

Baca Juga: Punya duit triliunan, BP Tapera bisa investasi saham, surat utang sampai obligasi

Berdasarkan Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin, pihaknya berharap juga pengembang-pengembang mendapatkan bantuan PSU yg perumahannya terdaftar dalam aplikasi Sikumbang dan Sikasep.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya juga sudah banyak berbicara dengan teman-teman Ditjen Perumahan agar sepenuhnya pembangunan perumahan di Indonesia, termasuk rumah susun, rumah khusus lalu rumah swadaya semuanya didaftarkan ke dalam aplikasi Sikasep agar nanti dapat terlihat petanya.

Baca Juga: Mimpi Pekerja Punya Rumah Bisa Terwujud

Direktur Utama PPDPP itu juga menyampaikan bahwa sangat mudah buat berkoordinasi dengan teman-teman di Ditjen Perumahan Kementerian PUPR terkait mengintegrasikan data-data perumahan ke dalam kedua aplikasi tersebut karena datanya tersedia, dan aplikasi ini nanti sudah berbasis teknologi GPS.

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “Mengenal Tapera, Iuran Baru yang Bakal Potong Gaji Karyawan”
Penyusun: Muhammad Idris
Editor: Muhammad Idris

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.