Menggubris, bermain ponsel di kereta komuter meningkatkan potensi tertular corona

0
244

KONTAN. CO. ID berantakan JAKARTA. Selama pandemi, penggunaan KRL dibatasi dan diperketat dengan protokol kesehatan. Selain itu, periode operasional juga telah disesuaikan buat menghindari terjadinya lonjakan penumpang.

Pada penerapan protokol kesehatan di dalam KRL atau gerobak komuter, menjaga jarak antar pengikut dan memakai masker penutup mulut dan hidung menjadi aturan yang diwajibkan. Hal ini dimaksudkan agar penularan virus melalui droplet sanggup dihindari.

Selain itu, aturan yang juga dianjurkan ialah tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Sebab perangkat tersebut berpotensi tercemar oleh virus.

Baca Serupa: Inilah saran penggunaan masker saat new normal lantaran dokter cantik

Dokter spesialis penyakit dalam daripada Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal, Sp. PD mengatakan kalau sejumlah virus, termasuk SARS-CoV-2 atau corona jenis baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari.

Baca Juga: Inilah jam kerja ASN Pemprov DKI Jakarta saat PSBB kala pertukaran

“Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah, ” katanya di dialog di Media Center Konglomerasi Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (17/6).

Taat dokter Edward, virus yang mampu menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Dalam hal itu tentunya penularan atau pencemarannya lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar.

Dalam kaitannya dengan para komuter, pencemaran virus ke gawai pula dapat berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet ini dapat keluar masa manusia berbicara apabila tidak memakai masker dan tidak menjaga jeda.

Oleh sebab itu, dokter Edward juga sangat mengajukan agar para pengguna tidak memakai gawainya selama di dalam perjalanan menggunakan KRL.
“Kalau ada orang ngomong akan nambah lagi (potensi cemaran virusnya), ” introduksi dokter Edward.

Selain dapat mengurangi potensi cemaran, alasan lain untuk tidak menggunakan perabot saat berada di dalam KRL adalah agar keluarga di panti tidak menjadi korban penularan virus.

“Jadi selain risiko untuk kita, juga orang yang di rumah. Jadi kalau kita sayang sama orang yang dirumah dan di sekitar kita, sebaiknya jangan keluarin handphone, ” jelas dokter Edward.

Adapun beberapa hal lain yang wajib dilakukan bagi para pengguna KRL adalah menjaga pikiran selalu pasti dalam melakukan aktivitas.

Kemudian pastikan selalu mencuci lengah menggunakan sabun dan membawa hand sanitizer sebagai pengganti apabila tak ada fasilitas cuci tangan.

Editor: Markus Sumartomjon

Post oleh Result HK