Berbahaya! infeksi virus corona gelombang kedua mulai terjadi di Korea Daksina

0
240

Sumber: Kompas. com | Editor: Lazim Wikanto

KONTAN. CO. ID –

KONTAN. CO. ID – Seoul. Para pejabat Kementerian Kesehatan di Korea Selatan meyakini, Negeri “Ginseng” sedang memasuki aliran kedua virus corona, usai kurva sempat melandai.

Negara yang dipimpin Presiden Moon Jae-in itu termasuk salah satu yang terbaik dalam menangani wabah Covid-19, tetapi kini diperkirakan wabah akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Harga mobil bekas Nissan Terrano Juni 2020 mulai dari Rp 40 jutaan, ini lengkapnya

Dikutip dari BBC Senin (22/6/2020), Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Keburukan Korea (KCDC) Jung Eun-kyeong mengatakan, gelombang pertama virus corona berlaku hingga April. Lalu memasuki Mei, klaster-klaster baru virus corona mulai bermunculan, salah satunya di kelab malam Seoul, ibu kota Korsel.

Di periode antara gelombang pertama dan kedua, kasus harian yang dikonfirmasi sudah menurun. Jika biasanya Korsel mengagendakan hampir 1. 000 kasus per hari, dalam 3 hari bersambung mereka sempat mencatatkan nol peristiwa baru.

Kemudian pada Senin (22/6/2020) para-para pihak berwenang Korsel mengatakan, di dalam 24 jam terakhir terdapat 17 kasus baru Covid-19 dari bervariasi klaster di kantor dan gudang besar. Dr Jeong mengatakan, meningkatnya kasus virus corona di Korsel belakangan ini berarti negara itu telah masuk ke cengkeraman gelombang kedua wabah virus corona, serta ia memperkirakan masih terus berlanjut.

Tetapi KCDC mengungkapkan, sampai sekarang gelombang pertama Covid-19 di Korsel belum benar-benar berakhir. Dr Jeong meyakini liburan akhir pekan di pokok Mei menandai gelombang baru, yang terpusat di Seoul. Sebelumnya, ibu kota Korea Selatan itu hanya mencantumkan beberapa kasus per hari.

Sebelumnya pada Senin (22/6/2020) juga, Kota Daejeon di selatan Seoul mengumumkan mau melarang pertemuan di ruang umum seperti museum dan perpustakaan, setelah ditemukan sejumlah kecil klaster corona. Wali Kota Seoul juga menunjukkan, penduduk ibu kota mungkin harus kembali menerapkan social distancing yang ketat, jika dalam tiga hari ke depan rata-rata tambahan kasus harian berada di atas 30.

Baca juga: Youtuber paling laris Baim Wong serupa handal berbisnis, ini daftarnya

Tingkat hunian rumah sakit juga menjadi prinsip lainnya. Jika okupansi masih dalam atas 70%, artinya aturan sendat social distancing bakal diberlakukan lagi. Korea Selatan sukses menangani virus corona tanpa lockdown, dan sebagai gantinya mereka menerapkan social distancing secara sukarela lalu memperbanyak pengujian dan pelacakan.

Data dari Worldometers hingga Senin (22/6/2020) malam WIB membeberkan, mutlak Korsel mencatatkan 12. 438 urusan Covid-19 dengan 280 korban meninggal dan 10. 881 pasien segar. Saat ini masih ada satu. 277 kasus aktif, yang 15 pasien di antaranya berada di dalam kondisi kritis. (Aditya Jaya Iswara)

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “Kurva Sempat Melandai, Korsel Kini Masuki Gelombang 2 Virus Corona”,
Data HK