Putaran Pakai Masker ajak pakai masker pedagang pasar secara benar, tersebut caranya

0
32

KONTAN. CO. ID -JAKARTA. Gerakan Memakai Masker (GPM) memulai kegiatan perdananya dengan mengadakan penyuluhan ke para pedagang pasar tradisional. Kegiatan perdana gerakan nirlaba yang diinisiasi tokoh-tokoh nasional ini mengadakan penyuluhan bagi para pedagang yang diharapkan mampu menjadi agen penyuluh di pasar-pasar tradional.

Dalam kegiatan perdananya, Rabu (24/6), penyuluhan dilakukan oleh para dokter yakni Membuktikan Riono, Sugeng Ibrahim, Grace Hananta, hingga Nenden Sobarna.
Dokter Sugeng mengatakan, gerakan pakai kedok di pasar sangat penting. Pasalnya, “Pasar tetap harus buka, pokok pasar adalah nafkah dan makan adalah urat nadi kehidupan keluarga, ” ujat dia.

Maka pakai masker bisa menjadi pemutus penularan Covid-19. Alhasil, “Dengan memakai masker maka kita melestarikan nafkah dan menjaga kehidupan kita semua, ” ujar Sugeng.

Baca Pula: Gerakan Pakai Masker menyasar ratusan pasar tradisional di Indonesia

Gegabah memakai masker, utamanya di pasar maka pasar akan menjadi induk penularan baru. Pasalnya, pasar adalah tempat interaksi yang melibatkan banyak orang, mulai dari pedagang hingga pembeli.

Apalagi, penerapan masker juga terbukti mampu menekan penularan virus, termasuk virus corona atau Covid-19.
Sejumlah bukti penelitian menunjukkan penyebaran virus corona sebagian besar disebabkan penularan virus oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala (asimptomatik).

Itu pula yang mendorong sebagian negara mewajibkan penggunaan masker, sebagai jalan mencegah penyebaran virus corona, SARS-CoV-2.

Biar efektif, diwakili oleh dokter Grace Hananta, Gerakan Pakai Masker selalu kembali mengingatkan agar pedagang dan pembeli di pasar-pasar tradisional menggunakan secara benar. “Tidak dipakai dalam bawah hidung, atau di dagu, ” ujar Grace.

Lalu bagaimana cara yang benar menggunakan masker, ikuti petunjuk tersebut:

  • Sebelum mencantumkan masker, cuci tangan pakai bubuk dan air mengalir (minimal 20 detik) atau bila tidak ada, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%)
  • Perangkat masker untuk menutupi mulut serta hidung sampai dagu. Pastikan tidak ada sela antara wajah serta masker.
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan; bila tersentuh, cuci tangan pakai sabun serta air mengalir minimal 20 detik atau bila tidak ada, cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%)
  • Ganti masker yang sudah terpakai, basah atau lembab dengan masker baru, minimal 4 jam sekali. Masker medis cuma boleh digunakan satu kali selalu. Masker kain dapat digunakan berulang kali dengan maksimal bisa dicuci 30 kali. Lebih dari tersebut, masker kain dapat tetap dimanfaatkan namun antivirusnya tak lagi efektif.
  • Untuk membuka masker: lepaskan dari belakang. Jangan singgung bagian depan masker;
  • Untuk masker 1x pakai, lempar segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Untuk masker kain, segera cuci dengan deterjen.

Siap menjalankan masker? Yuk, jaga dirimu, ego dan lingkunganmu dengan memakai masker.

Editor: Titis Nurdiana