Spesialis PBB: Serangan drone AS yang tewaskan Soleimani melanggar hukum universal!

0
209

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN. CO. ID – NEW YORK. Seorang pemeriksa hak asasi manusia PBB mengucapkan pada hari Senin (6/7/2020), pukulan pesawat tak berawak (drone) milik Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu di Irak yang membunuh jenderal top Iran Qassem Soleimani dan sembilan orang lainnya adalah pelanggaran hukum internasional.

Melansir Reuters , menurut Agnes Callamard, pelapor istimewa PBB, Amerika Serikat telah kandas memberikan bukti yang cukup tentang serangan yang sedang berlangsung atau yang akan segera terjadi kepada kepentingannya untuk membenarkan serangan terhadap konvoi Soleimani ketika meninggalkan bandara Baghdad.

Dalam suatu laporan tertulisnya, Callamard mengatakan kalau serangan itu melanggar Piagam PBB. Dia juga menyerukan pertanggungjawaban pada pembunuhan yang ditargetkan oleh drone bersenjata dan untuk menyusun lagi regulasi senjata yang lebih tumbuh.

Menyuarakan Juga: Iran berjanji akan tangkap Trump meski tak lagi jadi presiden AS

“Dunia berada pada saat kritis, dan kemungkinan titik serius, ketika menyangkut penggunaan pesawat tak berawak…. Dewan Keamanan PBB tak ada aksi; masyarakat internasional, mau tidak mau, sebagian besar pasif, ” jelas Callamard, seorang pemeriksa independen, kepada Reuters.

Callamard dijadwalkan pada hari Kamis untuk mengetengahkan temuannya kepada Dewan Hak Dasar Manusia, memberikan negara-negara anggota jalan untuk memperdebatkan tindakan apa yang harus dilakukan. Amerika Serikat bukan anggota forum, karena telah memutuskan berhenti dua tahun lalu.

Baca Selalu: Iran: Amerika bakal segera berlutut di depan bangsa kami

Soleimani, pemimpin Pasukan Quds Pengawal Revolusi, adalah tokoh penting dalam menyusun kampanye Iran untuk mengusir rombongan AS dari Irak, dan mendirikan jaringan tentara proksi Iran di Timur Tengah. Washington menuduh Soleimani mendalangi serangan oleh milisi yang berpihak Iran pada pasukan AS di wilayah tersebut.