Brompton menang sengketa hak cipta lawan perusahaan Korea Selatan

0
279

Sumber: Kompas. com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN. CO. ID РLondon. Brompton, produsen sepeda asal Inggris mengalahkan kasus sengketa hak Cipta. Brompton menggugat perusahaan Korea Selatan, Get2Get Chedech (Get2Get) yang meniru pola sepeda lipat tiga milik Brompton. Pengadilan Uni Eropa memutuskan Get2Get melanggar hak cipta setelah mulai melahirkan sepeda lipat varian Chedech.

Putusan ini sepertinya bakal berimplikasi besar dan luas, terkait Undang-undang hak cipta. Pada 11 Juni 2020, Pengadilan Uni Eropa (CJEU) mengambil putusan setelah sebelumnya mendapat rujukan dari Pengadilan Perniagaan Belgia (Tribunal de l’entreprise de Li√®ge) di Brussels.

Baca juga: Amerika Serikat akan membuka pintu bagi orang langka, tapi ada kendala ini

Perkara ini sempat terbenam panjang, salah satunya tentang dialog yang menyatakan desain yang mirip muncul karena pertimbangan teknik 3 lipatan, dan bukan karena menjiplak desain sepeda.

Dalam sisi lain, Brompton menegaskan, desain tiga lipatan tak selalu harus berakhir dengan model sepeda seperti Brompton. Mereka menyebut, ada roda tiga lipatan yang bisa tak meniru Brompton.

Awalnya, produsen Korsel memproduksi Chedech dan menjual sepeda lipat karbon tersebut ke pasar Belgia, di mana pihak Brompton dengan cepat mengidentifikasi kesamaan desain.

Semacam disebutkan dalam laman cyclingindustry. news, keputusan ini tentu bakal menjadi kabar baik bagi para arsitek dan pelaku bisnis kreatif. Pokok, dengan putusan ini CJEU telah meletakkan dasar untuk perlindungan & penegakan hak cipta di Eropa.

CJEU dalam putusannya bahkan menyebut, pilihan kreatif kecil dalam sebuah produk sudah pas bagi sebuah kreasi mendapatkan perlindungan hak cipta. Diungkapkan, area asas yang berkembang saat ini memerlukan ambang batas yang lebih terang dalam memberikan perlindungan.

Di awal sengketa, Pengadilan Perniagaan Belgia kesulitan untuk menentukan apakah suatu hak cipta dapat valid untuk bentuk “yang diperlukan demi mendapatkan hasil teknis”. Sehingga, urusan tersebut ditingkatkan ke Pengadilan Asosiasi Eropa, yang kini telah mengeluarkan keputusan.

Putusan itu sekaligus menetapkan yurisprudensi baru dengan dapat diterapkan pada banyak ideal industri, tak hanya sepeda. Dampaknya, para desainer dan pelaku bisnis bisa mendapatkan kemungkinan baru di dalam perlindungan hak cipta, dan penegakan perlindungan di Eropa.

Baca juga: Apple memimpin sengketa pajak dengan Uni Eropa senilai Rp 217 triliun

CJEU menyimpulkan, perlindungan hak cipta memang berlaku buat produk yang bentuknya, -secara sempurna atau sebagian, diperlukan untuk mendapatkan hasil teknis. Dalam rinciannya, CJEU mengatakan, perlindungan hak cipta datang dari ekspresi ide dan tidak harus ide itu sendiri.

(Glori K. Wadrianto)

Artikel ini telah membawa di Kompas. com dengan judul “Brompton Menangi Sengketa Hak Membangun Lawan Brand Seli Korsel Get2Get”,