Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 terendah sejak 1999, ini penyebabnya

0
218

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Buah hati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pandemi Covid-19 memukul telah perekonomian Indonesia dalam kuartal II-2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi dalam kuartal II-2020 bahkan minus 5, 32% yoy.

Pertumbuhan negatif ini merupakan yang terendah sejak pertumbuan ekonomi pada kuartal I-1999 yang pada waktu itu tumbuh negatif 6, 13% yoy.

“Pergerakan kontraksi sungguh cukup dalam karena adanya pandemi Covid-19 yang luar biasa buruknya, ” kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/8) via video conference.

Membaca Juga: Ekonomi Indonesia minus 5, 32% di kuartal II, BPS: Ekonomi tertekan pandemi corona

Suhariyanto juga menyebut, yang menarik dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 adalah pertumbuhan negatif pada sektor penggunaan keluarga. Padahal, seperti yang diketahui, konsumsi rumah tangga merupakan mesin penggeran ekonomi terbesar selama tersebut.

Konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2020 tumbuh minus 2, 96% yoy setelah dalam kuartal I-2020 sempat tumbuh membangun 2, 83% yoy.

Selain konsumsi famili, komponen asing yang tumbuh negatif adalan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang terkontraksi cukup dalam, yaitu minus 8, 61% yoy setelah pada kuartal I-2020 pula menurun pertumbuhannya menjadi 1, 70% yoy.

Konsumsi negeri juga tak mampu tumbuh positif di kuartal II-2020. Menurut BPS, konsumsi pemerintah tumbuh negatif 6, 90% yoy setelah pada kuartal I-2020 tumbuh 3, 75% yoy.

Begitu juga dengan ekspor dan impor barang kebaikan. Keduanya sama-sama terkontraksi masing-masing minus 11, 66% yoy dan minus 16, 96% yoy akibat suasana perekonomian global yang juga tak pasti dan resesi yang dialami oleh negara mitra dagang Indonesia.

Untuk ke depannya, Suhariyanto mengatakan Indonesia harus berlaku keras agar perekonomian Indonesia bisa lebih berdaya di tengah tersangkut Covid-19 yang masih akan menerpa. Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat kuda-kuda pertahanan dengan memperbaiki kinerja penggunaan rumah tangga dan investasi.

“Mari kita berharap tersebut satu-satunya pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi dan berharap kuartal III-2020 nanti membaik. Syukur, bisa positif, ” tandasnya.

Baca Juga: Lagi, prediksi Kementerian Keuangan meleset, kemajuan ekonomi kontraksi 5, 32%

DONASI, Dapat Voucer Percuma!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk mempersembahkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih berasaskan perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.