Kehormatan minyak masih tertekan, 5 kongsi minyak top dunia pangkas buatan

0
100

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Lima perusahaan minyak terbesar dunia secara kolektif memangkas ukuran aset mereka hampir US$ 50 miliar pada kuartal kedua, serta memangkas tingkat produksi karena pandemi virus corona yang menyebabkan kemerosotan drastis harga bahan bakar & permintaan.

Pengurangan sensasional dalam valuasi aset dan penurunan output menunjukkan betapa sakitnya kuartal kedua. Permintaan bahan bakar pada kepala titik turun lebih dari 30% di seluruh dunia, dan masih tetap di bawah tingkat pra-pandemi.

Beberapa eksekutif mengucapkan mereka melakukan pengurangan besar-besaran karena mereka memperkirakan permintaan akan langgeng terganggu selama beberapa kuartal teristimewa karena orang-orang lebih jarang bepergian dan menggunakan lebih sedikit 1 bakar karena pandemi global yang sedang berlangsung yang telah menewaskan lebih dari 700. 000 orang.

Mengucapkan Juga: Balitbang ESDM kaji pemanfaatan CPO untuk Penyemangat Listrik Tenaga Diesel

Dari lima perusahaan tersebut, hanya Exxon Mobil yang tak mengalami penurunan nilai yang pas besar. Tetapi evaluasi ulang dengan sedang berlangsung atas rencananya sanggup menyebabkan “porsi yang signifikan” daripada asetnya mengalami penurunan nilai, lapornya, dan menandakan penghapusan 20% atau 4, 4 miliar barel basi minyak dan gasnya.

Sebaliknya, BP mengalami kerugian US$ 17 miliar. Dikatakan pihaknya berencana untuk memusatkan kembali pengeluarannya di tahun-tahun mendatang di sekitar energi terbarukan dan lebih sedikit di dalam minyak dan gas alam.

Permintaan yang lemah berguna produsen minyak harus meninjau balik rencana bisnis, kata Lee Maginniss, direktur pelaksana di konsultan Alarez & Marsal. Dia mengatakan tujuannya seharusnya untuk memompa hanya apa yang menghasilkan uang tunai melebihi biaya overhead .

“Ini mode produksi berbiaya rendah hingga akhir 2021 pasti, dan hingga 2022 sejauh ada rencana pengembangan baru dengan sedang dipertimbangkan, ” kata Maginniss dikutipdari Reuters.

BP yang berbasis di London sebelumnya mengatakan pihaknya berencana untuk memangkas keseluruhan produksi sekitar 1 juta barel setara minyak (boepd) di dalam akhir 2030 dari 3, 6 juta boepd saat ini.

Baca Selalu: Pertamina sebut Order Langit Biru Cilacap bisa tingkatkan ketahanan energi nasional

Dari lima, Exxon adalah produsen terbesar, dengan produksi harian 3, 64 juta boepd, tetapi produksinya turun 408. 000 boepd antara kuartal pertama dan ke-2. Lima perusahaan besar, yang meliputi Chevron Corp, Royal Dutch Shell dan Total SA, juga memotong belanja modal sebesar US$ 25 miliar gabungan antara kuartal tersebut.

Produksi minyak mentah di seluruh dunia turun pintar setelah pasar jatuh pada bulan April. Organisasi Negara Pengekspor Patra, dipimpin oleh Arab Saudi, bergandengan dengan sekutunya termasuk Rusia, setuju untuk memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari buat menyeimbangkan pasokan dan permintaan pada pasar.