Menggalakkan kepatuhan protokol kesehatan, Jabar terapkan sanksi administratif

0
105

LANGSUNG. CO. ID – BANDUNG. Pemerintah Jawa Barat mulai menerapkan sanksi administratif untuk pelanggar adat kesehatan pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kunjungan Kepala Joko Widodo. Ridwan menyampaikan kalau 50% masyarakat Jawa Barat sedang belum mengenakan masker.

Baca Juga: Erick Thohir sampaikan rasa bangga pada BUMN atas capaian uji klinis vaksin

“Kami sudah melakukan sanksi administratif sebagai opsi terakhir dalam penegakan disiplin, ” ujar Ridwan melaporkan kepada Jokowi, Selasa (11/8).

Ridwan menegaskan bahwa bangsa perlu untuk diberikan pemahaman terpaut penggunaan masker. Ia menjelaskan memerosokkan pemahaman bahwa masker bisa mencegah penularan Covid-19 seperti Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) atau lockdown .

Namun, bila lockdown akan membuat berhentinya seluruh aktivitas termasuk juga kegiatan ekonomi. Pemahaman tersebut akan menjelma pertimbangan bagi masyarakat. “Maka anutan itu saya sampai sok kalau mau tidak lockdown atau PSBB lagi cuma satu, memakai masker, ” terang Ridwan.

Bekas Walikota Bandung itu pun memberikan efek dari sosialisasi tersebut kepada menurunnya ketidakdisiplinan. Ia bilang berdasarkan kasat mata dalam razia terakhir cuma 20% hingga 30% orang yang tidak mengenakan masker.

Baca Juga: Jumlah tes PCR sedang minim, Kang Emil usul ke Jokowi untuk kerja sama secara swasta

Pada Jawa Barat juga masker langsung dibagikan kepada masyarakat untuk mendorong kepatuhan. Ridwan menjelaskan total negeri provinsi telah membagikan 18 juta masker kepada masyarakat.

Sebagai informasi berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 terdapat 7. 599 kasus positif di Jawa Barat. Dari angka tersebut terdapat 4. 444 pasien sembuh dan 228 penderita meninggal.

Editor: Tendi Mahadi