Kemenparekraf fokus tingkatkan kualitas kunjungan wisatawan

0
154

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA . Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, pihaknya akan mendorong peningkatan status kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Wishnutama mengatakan, sebelum pandemi covid-19, Kemenparekraf fokus mengubah ajaran kebijakan dari quantity tourism bergeser menjadi quality tourism atau berfokus kepada kualitas kunjungan wisatawan. Yakni meningkatkan pengeluaran setiap wisatawan dalam setiap kunjungannya ( average spending bagi arrival ).

“Ternyata, kebutuhan pasar wisata ke depan sejak terjadinya pandemi covid-19 ini justru mementingkan quality tourism sehingga jika fokus kepada quality tourism, spending daripada arrival itu akan semakin besar, ” kata Wishnutama pada diskusi virtual, Minggu (30/8).

Baca Pula: 4 Hal itu jadi tantangan UMKM ekonomi kaya tembus pasar internasional

Wishnutama mengatakan, kuliner serta kriya merupakan salah satu bagian pengeluaran terbesar wisatawan setelah fasilitas. Ia menyebut, jika sebelumnya wisata hanya membicarakan soal destinasi wisata atau kebudayaannya, saat ini kejadian itu telah berubah. Kuliner bisa menjadi salah satu daya tarik wisata serta kegiatan – kegiatan lainnya.

“Bagaimana caranya spending itu besar, tentunya ada yang dibeli di Indonesia, experience , produk-produk kreatif apa yang akan dibeli, event – event apa yang akan dihadiri dan seterusnya sehingga hal itu akan memberikan dampak perekonomian yang luar biasa terhadap kemajuan ekonomi kreatif di Indonesia, ” cakap Wishnutama.

Lebih sendat Wishnutama mengatakan, Indonesia menjadi negara ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam hal kontribusi ekonomi kaya terhadap PDB negara. Data BPS menyebutkan, tiga kontributor PDB terbesar pada tahun 2017 adalah subsektor kuliner sebanyak 41%, fashion sebesar 17% dan kriya sebesar 14, 9%.

Baca Juga: Penjualan meningkat 26% sejak pandemi, UMKM didorong masuk pasar e-commerce

Ketiga subsektor itu juga menyumbang ekspor teratas yakni subsektor Fashion sebesar US$ 11, 9 miliar (60%), kriya US$ 6, 4 miliar (32%), serta kuliner US$ 1, 3 miliar (6%). Tidak hanya itu, ada tiga subsektor lain yang berpotensi semakin meningkat ke depannya yaitu subsektor film, subsektor musik, dan subsektor aplikasi dan games.

“Sektor ekonomi kreatif berkontribusi besar terhadap PDB nasional. Menurut data Opus tahun 2020 dugaan sumbangan 17 subsektor ekonomi kreatif akan mencapai Rp 1. 100 triliun, ” ujar Wishnutama.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas mengindahkan Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.