Konflik AS-China makin keras, China bahan pangkas kepemilikan US Treasury

0
152

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – SHANGHAI . China dapat secara bertahap memangkas kepemilikan obligasi dan surat utang Amerika Serikat atau US Treasury. Ini mengingat meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington.

Surat kabar China, Ijmal Times yang dikutip Reuters melaporkan, dengan hubungan China-AS yang memburuk karena berbagai masalah tercatat virus corona, perdagangan, dan teknologi, pasar keuangan global semakin khawatir jika China akan menjual US Treasury yang dimilikinya sebagai senjata untuk melawan tekanan AS yang meningkat.

“China secara bertahap akan mengurangi kepemilikannya atas US Treasury menjadi kira-kira US$ 800 miliar dalam kejadian normal, ” kata Xi Junyang, seorang profesor di Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanghai tanpa menganjurkan kerangka waktu yang rinci.

“Tapi tentu saja, China mungkin menjual semua obligasi AS-nya dalam kasus yang ekstrim, kaya konflik militer, ” imbuhnya.

Baca Serupa: China marah-marah teristimewa kepada India, ini penyebabnya

China, pemegang US Treasury terbesar kedua, saat ini memegang US$ 1, 074 triliun per Juni 2020, turun dari US$ 1, 083 triliun dalam bulan sebelumnya, menurut data sah terbaru.

China langsung menurunkan kepemilikannya atas US Treasury di tahun ini, meskipun kira-kira pengamat pasar mencurigai China agak-agak belum tentu menjual US Treasury karena mungkin telah menggunakan kustodian lain untuk membeli US Treasury.

Andai kepemilikan CHIn di US Treasury turun menjelma US$ 800 miliar dari lapisan saat ini, berarti menyusutkan kepemilikannya lebih dari 25%.

Analis mengatakan penjualan besar-besaran pada China, yang sering disebut sebagai “opsi nuklir” dan dapat mendatangkan gejolak di pasar keuangan ijmal.

Alasan lain China akan memangkas kepemilikan US Treasury, menurut laporan Global Times, ialah potensi risiko gagal bayar di Amerika Serikat karena utang ekonomi terbesar di dunia itu menggila tajam ke ukuran yang hampir sama dengan produk domestik bruto (PDB). Tingkat utang AS diprediksi bakal jauh di atas syarat keamanan yang diakui secara internasional sebesar 60%.

China sangat terekspos terhadap dolar AS dan aset dalam mata uang dolar. Cadangan devisa China tercatat mencapai US$ 3, 154 triliun pada akhir Juli 2020.