Masih laris, bisnis asuransi kesehatan & kecelakaan diri tumbuh 15, 6% per Juni 2020

0
149

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Buah hati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Industri asuransi umum sedang mencatatkan pertumbuhan pada lini bisnis asuransi kesehatan dan kecelakaan diri di tengah pandemi. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan perolehan premi untuk produk ini senilai Rp 4, 15 triliun mematok Juni 2020.

Pemimpin Bidang Statistik, Riset dan Analisa TI dan Aktuari AAUI Trinita Situmeang menyebut nilai itu lahir 15, 6% year on year (yoy) menjadi Rp 4, 15 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3, 59 triliun.

“Pada lini ini lebih ditopang oleh asuransi kesehatan, karena pandemi membuat permintaan terhadap asuransi kesehatan. Mau tidak mau, Covid-19 ini dasar menjadi salah satu faktor menyusun asuransi ini bergerak positif, ” ujar Trinita akhir pekan berserakan.

Menangkap Juga: Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Adira Insurance bagi-bagi asuransi percuma

Ia melihat hingga akhir tahun produk ini masih bisa diandalkan. Apalagi hingga saat ini belum ada tanda pandemi Covid-19 bakal berakhir dalam waktu dekat. Sehingga asosiasi berharap respon masyarakat akan asuransi kesehatan masih lebih indah.

“Meskipun masyarakat mulai lelah dengan isu Covid-19 hingga memilih untuk berdamai. Kalau tersebut membuat turun? Rasanya belum, masih akan ada pandemi, meskipun peningkatannya tidak sebesar hingga kuartal II-2020, ” paparnya.

Direktur Eksekutif AAUI, Dody A. S. Dalimunthe menyatakan produk ini lebih diminati oleh masyarakat yang menginginkan layanan lebih dari program BPJS Kesehatan. Selain itu, lini usaha ini juga lebih banyak melayani korporasi yang memberikan asuransi kesehatan bagi karyawannya.

“Sehingga kemungkinan untuk turun memang ada, tapi tidak besar. Justru saat Covid-19 ini, orang malah termotivasi untuk membeli asuransi kesehatan, supaya bila sakit bisa dilindungi asuransi ini, ” jelas Dody.

Salah satu asuransi dengan mencatatkan pertumbuhan pada lini bisnis ini ialah PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP).

Merujuk laporan keuangan dalam paruh pertama 2020, pendapatan premi kesehatan tumbuh 18, 07% yoy dari Rp 48, 87 miliar pada Juni 2019 menjadi Rp 57, 70 miliar pada Juni 2020.

Lini usaha ini telah menopang pendapatan persen perusahaan tercatat senilai Rp 192, 58 miliar hingga paruh perdana 2020. Nilai itu tumbuh 64, 28% yoy dibandingkan Juni 2019 yang sebesar Rp 117, 23 miliar.

Asal cakap saja, kinerja industri asuransi umum tertekan selama pandemi Covid-19. Situasi ini terlihat dari penurunan premi bruto sebesar 6, 1% yoy menjadi Rp 37, 6 triliun hingga Juni 2020.

Baca Juga: Ada pandemi Covid-19, Allianz Indonesia catat 93% pengajuan polis lewat kanal digital

Trinita menjelaskan, penyebab kemerosotan tersebut karena mayoritas lini usaha asuransi mencatatkan pertumbuhan negatif dalam kuartal II 2020.

“Lini bisnis yang turun dibandingkan tahun lalu antara lain asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, asuransi pengangkutan, asuransi kredit, asuransi penjaminan dan asuransi aneka, ” kata pendahuluan Trinita.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas & bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang mampu digunakan berbelanja di KONTAN Store.