Mengenang Jakoeb Oetama yang selalu menekankan etika jurnalistik tinggi

0
145

Reporter: Istimewa Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Arsitek pers nasional dan pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, wafat pada Rabu (9/9) pukul 13. 05 WIB. Jakob Oetomo meninggal negeri dalam usia 88 tahun.

Dari seorang guru, Jakob Oetama kemudian beralih profesi menjadi wartawan dan kemudian melahirkan tulisan kabar Kompas hingga besar semacam sekarang.

Awalnya, Jakob Oetama memulai karier sebagai pendidik alias guru di suatu Sekolah Menengah Pertama (SMP) tenggat akhirnya di medio 1960-an berangkat membangun cikal bakal Kompas Gramedia, yakni majalah Intisari bersama sahabatnya Petrus Kanisius (PK) Ojong. Eratnya persahabatan Jakob Oetama dengan PK Ojong bisa jadi berawal sejak kesamaan pandangan politik dan ukuran kemanusiaan yang dianut.

Hal itu juga yang mendaulat Jakob dan Ojong melahirkan akbar tersebut yang edisi perdananya datang pada 17 Agustus 1963. Duet Jakob dan Ojong sepakat untuk melahirkan majalah berlandaskan kemanusiaan, yang berisi saripati ilmu pengetahuan & teknologi dunia.

Baca Juga: Jokowi sebut Jakob Oetama jurnalis sejati yang mengkritik dengan halus dan santun

Namun, kehadiran Intisari tampaknya belum cukup. Sebab, beberapa tahun lalu duet Jakob-Ojong melahirkan koran yang dimaksudkan dapat menjadi alternatif, pilihan lain dari banyaknya media pembantu yang terbentuk akibat kondisi politik pasca-Pemilu 1955 itu.

Kelak, koran itu dikenal secara nama Kompas. Kehadiran surat informasi Kompas berawal dari situasi politik yang terbilang tegang dan begitu terpolarisasi ketika itu.

Jakob Oetama dan PK Ojong ada harapan koran baru, Kompas, tersebut bukan corong partai, berdiri di atas semua golongan, bersifat ijmal, dan berdasarkan kemajemukan Indonesia. “Dia harus mencerminkan miniaturnya Indonesia, ” ujar Jakob saat itu.

Seiring berkembangnya usaha jalan cetak, Jakob Oetama juga turut mendirikan media ekonomi yakni Kontan . Jakob menyebutkan dalam perkembangan bangsa yang cepat ini ia melihat masalah-masalah ekonomi yang selalu dialami setiap pribadi semakin penting didalami.

“Kami terpanggil untuk menyediakan jalan yang menjawab tantangan itu. Sebuah media ekonomi & bisnis yang bukan hanya menyajikan informasi, tapi juga analisis yang dalam secara penyajian yang ringan, populer dan menghibur pembaca, ” tutur Jakob kala itu.

Maka tutup usia, Jakob Oetama langgeng menanamkan pentingnya nilai kemanusiaan & etika jurnalistik tinggi dalam di setiap laporan yang ditulis media pada Kompas Gramedia. Jakob selalu mendahulukan, pengembangan bisnis harus sejalan dengan kepercayaan pembaca.

Oleh karena itu, menjadi media yang dipercaya merupakan salah satu jumlah yang dikedepankan. Selamat jalan Pak Jakob Oetama, karya dan keteguhanmu menginspirasi kami!

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Pertolongan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel yang bernas dan bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.