Setelah Perang Dunia II, militer Jepang bisa serang sasaran darat lagi?

0
23

Sumber: Reuters | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –¬†TOKYO. Beberapa bulan sebelum mencanangkan pengunduran dirinya, Perdana Menteri Shinzo Abe membuat perubahan kebijakan, yang untuk pertama kalinya memungkinkan tentara Jepang merencanakan serangan terhadap sasaran darat.

Pasukan Pelihara Diri Jepang diarahkan untuk menghentikan penyerang di udara dan bahar. Perubahan kebijakan tersebut akan mengiblatkan militer untuk membuat doktrin guna menargetkan situs musuh di darat, suatu misi yang membutuhkan pembelian senjata jarak jauh seperti rudal jelajah.

Jika diadopsi oleh pemerintahan berikutnya, kebijakan itu akan menandai salah satu transformasi paling signifikan dalam sikap tentara Jepang sejak akhir Perang Negeri II. Jepang mencabut haknya buat berperang setelah Perang Dunia II.

Ini mencerminkan hawa lama Abe untuk militer dengan lebih kuat dan keprihatinan Tokyo yang mendalam tentang pengaruh China di wilayah tersebut. Pemerintah Jepang khawatir dengan peningkatan aktivitas militer China di sekitar pulau-pulau mungil yang ada di Laut China Timur yang disengketakan.

Baca Juga: Sah, Jepang dan India tandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan gres

“Alasan utama tindakan kami adalah China. Kami belum terlalu menekankan situasi itu, tetapi pilihan keamanan dengan kami buat adalah karena China, ” kata Masahisa Sato, bagian parlemen dari Partai Demokrat Terbuka (LDP) yang berkuasa, seperti dikutip Reuters .

Di Pemerintahan Abe, Sato pernah menjabat sebagai wakil gajah pertahanan dan wakil menteri sungguh negeri.

Abe menginstruksikan pembuat kebijakan pertahanan senior dalam Juni lalu guna membuat rencana LDP untuk militer, yang mencakup doktrin serangan darat atau pukulan lainnya.

Usulan tersebut akan menjadi kebijakan pemerintah kalau dimasukkan dalam strategi pertahanan nasional yang direvisi, menurut dua orang dalam partai, termasuk penjabat Penulis Jenderal LDP Tomomi Inada.

Baca Serupa: Ketegangan dengan China meningkat, Presiden Taiwan kunjungi markas peluru kendali