Pandemi Covid-19 dan PSBB Jakarta tekan imbal hasil dana pensiun

0
81

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Wabah Covid-19 tidak pandang bulu dan turut memberi dampak pula kepada industri keuangan. Industri simpanan pensiun ikut kena imbas pandemi utamanya pada imbal hasil persediaan kelolaan.

Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri Lubis mengatakan, rata-rata imbal hasil dana kelolaan industri dana pensiun mencapai 7% setiap tahun. Ia menilai sepanjang 2020, imbal hasil hanya 4% hingga 5%.

“Hingga Juli 2020 ini, imbal hasil yang dikasih masih 3, 75%. Kami berniat sampai akhir tahun ini dan situasi membaik, maka pasar pula cepat bereaksi positif, ” perkataan Suheri kepada Kontan. co. id pada Jumat (18/9).

Baca Juga: Iuran Tak Berkembang, Sedekah Pensiun Berkurang

Ia menjelaskan, dampak Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berimbas ke imbal hasil. Namun, Ia menilai, PSBB era ini tidak msmmemberikan dampak dengan besar.

Suheri mempertontonkan, pada PSBB pertama di April 2020, pasar saham anjlok pas dalam. Namun kemudian berangsung-angsur jalan dan kembali ke level 5. 000-an.

Pada PSBB pengumuman PSBB kedua, indeks bagian sempat melorot 5%. Tapi, kemampuan saham mulai perlahan kembali positif.

“Pengalihan pos sedekah kelolaan ke instrumen lebih tenang, menurut saya, tidak terjadi. Karena saat kejatuhan harga saham kemarin, sebagian menahan diri. Kalau mereka realisasikan maka akan rugi. Padahal ada kemungkinan ada harapa bakal baik kembali, hanya persoalan masa, ” jelas Suheri.

Ia bilang, bila ada pemberian baru masuk baik iuran maupun dari kupon hasil investasi, oleh karena itu dana pensium cenderung menahan diri dan menunggu situasi yang langsung untuk belanja saham maupun reksadana saham.

“Tentunya sementara itu, kalau mereka tidak masuk sana masuknya ke instrumen dengan lebih aman yakni pemenuhan surat utang negara dan obligasi korporasi, ” tutur Suheri.

Ia menilai, kecil kemungkinan terjadinya penundaan pembayaran iuran dan pengurangan anggota akibat pandemi. “Itu sebetulnya kita lihat dari pendiri atau pemberi kerjanya. Sejauh mana pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya pemutusan ikatan kerja (PHK), ” kata Suheri.

Ia menjelaskan, jika terjadi PHK, otomatis anggota redup, maka iuarannya juga berkurang. Kalau perusahaan pemberi kerja mengalami kendala keuangan, ada kemungkinan menunda ataupun tidak membayar iuaran.

Suheri mengatakan, secara aturan, bila tiga bulan tidak membayar iuaran, maka keanggotaan ditangguhkan. Sedangkan bila satu tahun tidak membayar oleh karena itu dihentikan kepesertaan.

“Sejauh ini, saya lihat tidak penuh keluhan dari anggota. Walaupun ada satu atau dua perusahaan pendirinya mengalami kesulitan. Namun belum tersedia yang menunggak kepesertaannya, ” logat Suheri.

Merujuk petunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemberian kelolaan dana pensiun mencapai Rp 282, 91 triliun hingga Juli 2020. Nilai itu tumbuh 3, 39% yoy dari Rp 273, 63 di Juli 2019.

Pada Juli 2020, bagian investasi paling banyak ditempatkan pada deposito berjangka senilai Rp 82, 03 triliun. Lalu surat berharga negara sebanyak Rp 69, 57 triliun.

Kemudian, obligasi korporasi 59, 49 triliun. Berantakan, saham Rp 24, 68 triliun dan reksadana Rp 15, 38 triliun. Sisanya kepada instrumen lainnya.

Sebagai perbandingan, dalam Juli 2019 silam, alokasi dapen berupa deposito berjangka senilai Rp 73, 51 triliun. Lalu surat berharga negara sebanyak Rp 64, 34 triliun, obligasi korporasi Rp 56, 99 triliun. Lalu saham Rp 32, 67 triliun serta reksadana Rp 15, 77 triliun. Sisanya kepada instrumen lainnya.

Sedangkan hasil investasi menyentuh Rp 10, 40 triliun tenggat tujuh bulan pertama 2020. Biji itu turun 13, 33% dari Rp 12 triliun pada Juli 2019.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas & bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang mampu digunakan berbelanja di KONTAN Store.