Kemenkeu beberkan progres program penanganan Covid-19 dan PEN

0
62

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis per 23 September 2020, progres penyerapan dana agenda penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai 38, 6% dari pagu yang dianggarkan Rp 695, 2 triliun.

Inspektur Jenderal Sumiyati mengatakan, peresapan anggaran per bulan mengalami peningkatan namun masih perlu diakselerasi, “agar lebih cepat lagi, mengingat saat ini sudah berada di penghujung kamar September, ” kata Sumiyati dalam Webinar Sinergi Pengawasan APIP-SPI-APH di dalam Selasa (29/9).

Sumiyati menambahkan, dengan waktu dengan tersisa saat ini yaitu tiga bulan dihadapkan pada sisa taksiran yang belum tersalurkan sekitar 61%, disebutnya bukan pekerjaan yang barangkali.

Mengaji Juga: Bank Negeri prediksi ekonomi RI minus 2, ini kata ekonom Josua Pardede

“Sisa agak 61% waktu tinggal tiga kamar satu setengah hari, tentu tidak pekerjaan yang mudah. Kita kudu benar-benar bekerja sama dengan jalan memastikan bahwa semua program mampu berjalan dengan optimal dan bisa kita akselerasi untuk menangani bukan hanya masalah kesehatan dan sosial namun juga masalah ekonomi, ” ujarnya.

Selain itu, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan selalu sudah mengidentifikasi risiko dari biaya program penanganan Covid-19 dan PEN.

Pertama, risiko yang dihadapi pada sektor data penyambut bantuan diantaranya data fiktif ataupun belum diperbarui, hingga aplikasi dengan belum mengakomidir soal penyaluran.

Kedua, mengenai kebijakan teknis pada kementerian yang mungkin belum selesai atau masih dalam prodes penyusunan, padahal program harus lekas dieksekusi.

Baca Juga: Respons pemerintah terkait prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Bank Dunia

“Ketiga, di pembagian kemungkinan ada duplikasi atau ngga tercantum penerima bantuan, keterlambatan dan risiko adanya fraud, serta ketidaksiapan pihak ketiga dalam berikan jasanya kepada pemerintah, ” imbuhnya.

Adapun mitigasi dari potensi risiko yang dihadapi tersebut, Sumiyati mengatakan akan ada perbaikan masukan secara berkala dan adanya layanan informasi dan pengaduan.

Kemudian hal lainnya ialah habituasi aplikasi, verifikasi berjenjang dari negeri daerah yang bersentuhan dengan masyarakat langsung, dan tentunya ditegaskan Sumiyati ialah memonitoring penyaluran.

SEDEKAH, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah vitalitas kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.