Pura saham global jatuh usai diskusi sengit calon presiden AS

0
56

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Indeks saham berjangka di Amerika Serikat (AS) runtuh bersama dengan sebagian besar rekan saham paska debat calon kepala AS yang berlangsung sengit. Kekhawatiran akan hasil Pilpres negara secara ekonomi terbesar di dunia tersebut juga membawa tekanan pada rekan saham di Eropa.

Kontrak berjangka yang dibeli dan dijual investor yang berpatokan di indeks S& P 500 turun 0, 8% setelah debat kedua calon presiden AS tersebut.

Debat calon kepala incumbent Donald Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden berlangsung sengit. Kedua kandidat berciuman dengan perdebatan terkait kepemimpinan Trump dalam mengelola ekonomi AS, pengerjaan Covid-19, dan terkait komitmen terhadap hasil pilpres pada November mendatang.

Banyak yang menyangsikan Trump akan menerima hasil keputusan pemilihan sehingga menambah ketidakpastian pada pasar. Saat ditanya berulang kali apakah ia akan berkomitmen mnghormati hasil pemilihan pada November mendatang, Trump malah mengulangi pernyataannya mengenai kecurangan dalam pemilihan yang semakin meluas.

Supriya Menon, Ahli Strategi Senior Pictet Asset Management menegaskan, Trump jelas tak meredakan kekhawatiran terkait kursi kepala taang diperebutkan seandainya dia kalah. “Dia juga tampaknya sedikit memenangkan pemilih independen, ” tambah Menon dikutip Financial Times, Rabu (30/9).

Ia menambahkan, perbincangan itu justru meningkatkan prospek hasil Demokrat. Namun, itu berarti perolehan korporasi akan lebih rendah ke depan jika Biden menaikkan pajak. Lalu, pemerintah juga akan bermasalah jika Trump tidak menerima hasil Pilpres.

Baca Juga: Kutipan fenomenal dari debat Pilpres GANDAR: ‘Bisakah Anda tutup mulut, bung? ‘

Kekhawatiran pemilihan yang disengketakan juga meningkatkan kekhawatiran bahwa pasar saham GANDAR akan bergejolak setelah pemungutan bahana. Kontrak berjangka yang disematkan ke Vix menunjukkan bahwa indeks dengan dikenal sebagai pengukur kekhawatiran rekan, akan mencapai pembacaan 30 ataupun lebih pada Oktober – Desember. Saat pasar sedang tenang, Vix biasanya diperdagangkan pada 20 ataupun lebih rendah.

Janji berjangka pada indeks Nasdaq 100 yang berfokus pada emiten-emiten teknologi turun lebih daro 1% di dalam perdagangan hari ini, Rabu (30/9). Kekhawatiran itu pun berimbas terhadap saham-saham di Eropa. Bursa Stoxx 600 di seluruh Eropa terlepas 0, 5%, Xetra Dax pada Frankfurt turun 0, 7% dan CAC 40 Prancis turun 0, 6%.

Penurunan tidak tertahan meskipun data ekonomi membuktikan bahwa ekonomi di China, yang impor dan aktivitas pendukung penggunaan luar negerinya di seluruh dunia, pulih dengan kuat dari pandemi virus corona.

Ruang manajer pembelian resmi China buat sektor manufaktur, yang melacak bagaimana perusahaan berdagang dan seberapa pede manajer, naik ke pembacaan 51, 5 pada September dari 51 pada Agustus. Ini lebih baik dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters yakni sebesar 50. Pesanan ekspor baru naik untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Namun bukti tersebut gagal mengangkat pasar bagian China dan harga minyak. Ruang CSI 300 China dari Shanghai dan saham yang terdaftar di Shenzhen melorot 0, 1%, tatkala minyak mentah Brent turun 0, 5 persen menjadi $ 40, 81 per barel.

Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global Invesco menilai hal tersebut terjadi karena pasar tengah khawatir atas pemilihan presdien AS. “Saya memperkirakan volatilitas pasar saham dan aksi jual pasar saham jangka pendek di minggu-minggu menjelang pemilihan, ” pungkasnya.