Cukong ramal kebutuhan transaksi nasabah bakal meningkat

0
47

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA . Tren transaksi perbankan atau transactional banking cenderung melambat pada tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut merujuk pada data Bank Nusantara (BI) yang menyatakan per Juli 2020 transaksi penarikan tunai perbankan mengalami penurunan sebesar 9, 4% secara year on yea r (yoy) menjadi Rp 1. 695 triliun.

Begitu juga untuk transaksi online melalui digital banking yang mendarat tipis 3, 45% yoy di periode yang sama menjadi Rp 2. 228 triliun. Meski sejenis, fakta menunjukkan bahwa peredaran uang kartal di Tanah Air sedang tumbuh cukup tinggi yakni 10, 5% yoy menjadi Rp enam. 567 triliun.

Hal ini menurut Senior Vice President (SVP) Transaction Banking and Retail Sales PT Bank mandiri Tbk Thomas Wahyudi menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih terbilang tinggi. Itu artinya, peran mesin ATM sejatinya masa ini masih sangat dibutuhkan.

Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini, menurut Thomas mesin tarik dan setor tunai atau Cash Recycling Machine (CRM) bakal menggantikan mesin ATM.

Baca Juga: BNI dukung program smart campus IPDN

“Di Indonesia, ATM sedang menjadi channel (elektronik) yang menyesatkan banyak digunakan masyarakat. Namun, tingginya biaya operasional, dibutuhkan mesin CRM untuk memenuhi beberapa kebutuhan konsumen, ” terangnya dalam diskusi daring, Sabtu (3/10).

Betul saja, berdasarkan riset yang dikerjakan oleh Bank Mandiri, biaya yang dikeluarkan bank dalam memanfaatkan pesawat ATM untuk transaksi nasabah terbukti tujuh kali lipat lebih melimpah dibandingkan transaksi di kantor bagian. “Sementara biaya transaksi mobile banking 21 kali lebih efisien dibandingkan cabang, ” imbuhnya.

Sementara bila menggunakan CRM, perbankan bisa menghemat biaya 4, 5 lipat dibandingkan menempatkan dana menganggur (idle money) di pasar uang dengan bunga Jibor 4, 71%. Walhasil, sudah bisa dipastikan ke depan perbankan termasuk Bank Sendiri bakal mendorong pengembangan transaksi digital terutama melalui penambahan mesin ATM, CRM dan infrastruktur transaksi lainnya seperti EDC.

Baca Juga: GBG prediksi fraud di kebiasaan finansial Indonesia meningkat

Sebagai gambaran informasi saja, Bank Mandiri mencatat ada bertambah dari 4, 7 juta konsumen pengguna e-channel di perseroan yang terintegrasi dengan sistem pembayaran digital perseroan per Juli 2020. Tenggat Juli 2020 setidaknya jumlah pembicaraan yang dikelola Bank Mandiri telah mencapai 114, 4 juta atau senilai Rp 129, 6 triliun.

Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 18. 291 unit ATM dan dua. 564 kantor cabang serta 1. 748 jaringan mikro.

DONASI, Dapat Voucer Percuma!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyediakan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih pada perhatian Anda, tersedia voucer percuma senilai donasi yang bisa dimanfaatkan berbelanja di KONTAN Store.