Bank syariah BUMN bakal merger, berikut prospeknya menurut analis

0
24

Reporter: Sinar Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Pemerintah akan menggabungkan tiga bank syariah BUMN, yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri menjadi satu entitas. Proses merger ini dimulai Selasa (13/10) dengan penandatanganan conditional merger agreement .

Selanjutnya, pemerintah akan mengurus perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ke pasar simpanan. Kemudian, pada minggu ketiga Oktober, pemerintah bakal melangsungkan announcement plan penyatuan, sementara legal merger diperkirakan perdana terjadi pada Februari 2021.

Pelaku pasar menerima positif penggabungan ini. Pada perniagaan Selasa (13/10), harga saham BRIS melesat 25% ke level Rp 1. 125 per saham. Berlaku 77. 579 kali transaksi dengan melibatkan 915, 49 juta bagian senilai Rp 989, 48 miliar. Seperti diketahui, BRIS akan menjelma induk dari penggabungan bank syariah ini.

Baca Juga: OJK dukung rencana merger bank syariah BUMN

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menilai, konsolidasi bank syariah BUMN tersebut akan berdampak positif kepada bisnis bank syariah BUMN & bagi perekonomian Indonesia. Terlebih teristimewa, prospek perbankan syariah memang masih cukup cerah dan ruang ekspansinya cukup terbuka lebar.

“Konsolidasi tersebut diharapkan mampu memajukan kekuatan perbankan syariah dari jurusan aset sehingga dapat menjadikan perbankan syariah tersebut menjadi perbankan syariah terbesar di Indonesia bahkan Asia, ” tutur Oke saat dihubungi Kontan. co. id, Selasa (13/10).

Penggabungan ini pula berdampak positif, terutama bagi emiten yang menjadi induk dari bank syariah tersebut karena dapat memajukan kontribusi dari luar pasar bank konvensional. Penggabungan ini tidak menganjurkan efek negatif pada bank naif karena sejauh ini masing-masing rekan sudah memiliki segmentasinya sendiri.

Bernada serupa, Analis Kebaikan Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, penggabungan ini dapat memajukan sisi fundamental perusahaan, baik lantaran modal dan pendapatan ke depannya. Dengan begitu, ia menilai kemajuan harga saham saat ini pas wajar.

“Hanya sekadar perlu diperhatikan karena kenaikan makna saham yang signifikan juga tak sehat, ” ungkap dia. Taat Chris, pelaku pasar bisa menunggangi momentum jangka pendek dengan adanya merger ini.

Okie merekomendasikan investor untuk hold BRIS secara target harga Rp 1. 180 per saham. “Karena kenaikan sejak BRIS ini sudah cukup istimewa, sehingga rekomendasi buy kami perbaikan menjadi hold , ” ujar dia.

Meskipun masih ada potensi kenaikan, Okie mengimbau investor untuk waspada seiring adanya potensi aksi jiplak keuntungan karena ekspektasi pelaku pasar yang cukup tinggi.

Chris menambahkan, BRIS cukup mengakui dengan nilai buku yang masih cukup murah dibanding dengan bank syariah yang sudah tercatat pada BEI, yakni PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). Chris menyarankan buy BRIS dengan harga Rp 1. 400 per saham.

Ia juga merekomendasikan buy BTPS dengan target harga Rp 4. 000 per saham. Sementara target nilai Okie untuk BTPS adalah Rp 4. 500. Menurut Okie, harapan BTPS juga tergolong menarik bersamaan dengan potensi perkembangan bank syariah di Indonesia.

DONASI, Sanggup Voucer Gratis!

Sokongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang bernas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja di LANGSUNG Store.