Perdana Menteri Malaysia minta Raja mengumumkan keadaan darurat?

0
42

Sumber: Reuters | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –¬†KUALA LUMPUR. Perdana Menteri Muhyiddin Yassin bertemu secara Raja Malaysia pada Jumat (23/10) untuk memintanya mengumumkan keadaan kritis, dua sumber Reuters yang mengetahui tepat masalah tersebut mengatakan.

Sumber Reuters , yang tak bersedia disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media, tidak mengungkapkan alasan Muhyiddin mengajukan permintaan tersebut kepada Raja Malaysia.

Keadaan perlu yang Muhyiddin usulkan akan mencakup pembekuan parlemen, yang akan bersidang kembali pada November, tetapi mengeluarkan pembatasan publik tambahan di sungguh pembatasan untuk mengekang penyebaran virus corona yang saat ini asi, menurut sumber Reuters l ainnya.

Tapi, sumber itu tidak melahirkan berbagai tindakan yang akan Muhyiddin lakukan.

Baca Juga: Mahathir: Akan ada situasi di mana tidak ada pemerintah di Malaysia

Muhyiddin, dengan berkuasa pada Maret lalu, sudah berada di bawah tekanan semenjak pernyataan Anwar Ibrahim, pemimpin antitesis, bulan lalu bahwa dia memiliki cukup suara di parlemen buat menggulingkannya. Kebangkitan kasus virus corona juga menambah masalah Muhyiddin.

Pemerintah yang tak memiliki legitimasi

Menanggapi langkah Muhyiddin itu, Anwar Ibrahim¬†berkata: “Kami memiliki pemerintah dengan tidak memiliki legitimasi dan dengan tahu akan gagal untuk membuktikan dukungan mayoritas di parlemen, dan menggunakan krisis Covid-19 sebagai alasan untuk membenarkan penyalahgunaan kekuasaannya”.

Di bawah konstitusi, Raja dapat mengumumkan keadaan darurat bila dia yakin ada ancaman terhadap keamanan nasional, ekonomi, atau kesopanan umum. Malaysia terakhir kali mencanangkan keadaan darurat nasional pada 1969, setelah pecah kerusuhan sipil & ras.

Saat kejadian darurat berlaku, pemerintah bisa memperoleh kekuasaan untuk membuat aturan dan menyetujui pengeluaran yang dibutuhkan untuk memastikan keamanan publik.

Baca Juga: Raja Malaysia: Politisi tak boleh mengakhiri perbedaan pendapat dengan permusuhan

Biro berita Bernama melaporkan, Muhyiddin telah bersemuka dengan Raja Al-Sultan Abdullah di dalam Jumat (23/10) sore.

Kantor Perdana Menteri dan Istana Kerajaaan Malaysia tidak segera menyikapi permintaan komentar dari Reuters atas pertemuan tersebut. Kantor Perdana Menteri cuma mengatakan, tidak akan ada pemberitahuan pada Jumat.