Indonesia tandatangani komitmen suplai vaksin COVID-19 dari Novavax dan AstraZeneca

0
347

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Pemerintah terus melakukan sejumlah jalan untuk mengamankan kebutuhan vaksin COVID-19 bagi rakyat Indonesia yang diperkirakan mencapai 426 juta dosis vaksin.

“Dari sejak awal kita juga terus menjalin koneksi untuk mengamankan suplai (vaksin COVID-19) dari berbagai dari berbagai sumber lain, ” ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di keterangan persnya menyambut kedatangan satu, 8 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac, di Bandar Udara, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020).

Menlu mengungkapkan, pada Rabu (31/12/2020), Indonesia telah menandatangani kontrak suplai vaksin COVID-19 dari Novavax dan AstraZeneca, masing-masing sejumlah 50 juta dosis.

Novavax adalah produsen vaksin dari Amerika Serikat yang memproduksi vaksin dengan platform recombinant protein subunit. Tatkala AstraZeneca, produsen vaksin dari Inggris, memproduksi vaksin berplatform viral vectors.

Selain kedua pembuat tersebut, imbuh Menlu, secara paralel juga dilakukan pembicaraan berkesinambungan secara Pfizer, produsen vaksin dari Amerika Serikat dan Jerman.

Selain melalui jalur bilateral, Nusantara juga berupaya memperoleh vaksin meniti kerja sama multilateral dengan GAVI (Global Alliance Vaccines and Immunization) melalui COVAX/GAVI yang akan menganjurkan vaksin secara gratis. COVAX/GAVI diinisiasi oleh aliansi vaksin GAVI beserta didukung WHO dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Disampaikan Menlu, Indonesia sudah mengirimkan dua dokumen aplikasi yakni Vaccine Request dan Technical Assistant Form kepada COVAX pada kamar November dan Desember.

“Selanjutnya melalui diplomasi, kita selalu akan terus mengawal submisi salinan lainnya, yaitu Vaccine Request Form Part B mengenai indemnifikasi yang menurut rencana akan kita serahkan pada 8 Januari 2021 dan juga Cold Chain Equipment (CCE) Support Request terkait dengan daya teknis sistem pendingin vaksin pada kuartal pertama tahun 2021, ” papar Menlu.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca akan lebih mungkin dapat persetujuan penggunaan darurat

Kementerian Kesehatan & Kementerian Luar Negeri serta pihak-pihak lain, imbuhnya, akan terus berkoordinasi erat untuk memastikan semua infrastruktur logistik vaksin di dalam daerah sesuai dengan kebutuhan jenis vaksin yang dipesan dari jalur multilateral tersebut.

Izin Penggunaan Darurat

Dalam keterangan persnya, Menlu mengungkapkan bahwa vaksin produksi AstraZeneca telah memperoleh izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) daripada Badan Pengawas Produk Obat dan Kesehatan atau Medicines & Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) Inggris.

“Ini tentunya merupakan kabar yang baik untuk kita semua karena MHRA merupakan lengah satu dari enam stringent regulatory authorities yang memiliki mekanisme reliance dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), ” ujar Menlu.

Melalui mekanisme reliance ini, imbuhnya, maka proses penerbitan EUA atas vaksin AstraZeneca pada Indonesia akan lebih mudah sebab EUA di Inggris tersebut mampu dijadikan basis dan reviu dikeluarkannya EUA di Indonesia.

Mengutip pernyataan Kepala BPOM, Menlu mengatakan, upaya terkoordinasi dengan semua pihak dan lembaga terkait baik di Indonesia maupun di luar negeri terus dilakukan untuk memacu proses EUA vaksin COVID-19 dalam Indonesia. “Tentunya proses ini tidak akan pernah mengkompromikan aspek ketenangan, efektivitas, dan kualitas vaksin, ” tegasnya.

Mengakhir petunjuk persnya, Menlu mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Tetap patuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan). Semoga Tuhan melindungi kita, melindungi bangsa Nusantara, ” pungkas Menlu.

DANA, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah watak kami untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Kamu, tersedia voucer gratis senilai derma yang bisa digunakan berbelanja dalam KONTAN Store.