Negeri akan bebaskan PPnBM kendaraan bermotor per Maret 2021

0
123

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Pemerintah akan menggratiskan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) buat kendaraan bermotor per Maret 2021. Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri otomotif yang sudah terdampak pandemi Covid-19 paling mulia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, insentif tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan dengan berlangsung dalam tiga tahap serta tiap tahap berlaku 3 bulan. Pembebasan PPnBM akan diberikan pada tahap pertama. Kemudian, tahap ke-2 diskon insentif PPnBM diberikan sejumlah 50%. Lalu, insentif PPnBM 25% dari tarif akan diberikan dalam tahap ketiga.

“Besaran insentif ini akan dikerjakan evaluasi setiap 3 bulan. Perkakas kebijakan akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021, ” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (11/2).

Mengaji Juga: Bankir sambut baik rencana BI yang mau bank transparan umumkan bunga pengaruh

Dengan ringkasan relaksasi PPnBM dilakukan secara berangsur-angsur, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian diperhitungkan dapat terjadi peningkatan penerapan yang akan mencapai 81. 752 unit. Estimasi penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1, 4 triliun.

“Kebijakan tersebut juga akan besar pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1, 62 triliun, ” kata pendahuluan Airlangga.

Selain tersebut, pemberian insentif penurunan PPnBM pula didukung dengan revisi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membakar kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang membuang (DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor, yang hendak mengikuti pemberlakuan insentif penurunan PPnBM ini.

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif dipercaya akan membawa dampak yang merata bagi sektor industri lainnya. Airlangga menambahkan, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai memiliki keterkaitan secara industri lainnya (industri pendukung), pada mana industri bahan baku berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari satu, 5 juta orang dan jasa PDB sebesar Rp 700 triliun, ” ujar Airlangga.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah spirit kami untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai pemberian yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.