SBY: Rasa malu dan bersalah, dulu beri kepercayaan dan jabatan ke Moeldoko

0
270

Sumber: Kompas. com | Editor: Yudho Winarto

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden.

Dalam kurun kepemimpinan Presiden SBY, Moeldoko pernah menjabat sebagai Besar Staf TNI AD (KSAD). Tiga bulan kemudian, Besar Staf Kepresidenan (KSP) itu diusulkan SBY sebagai calon Panglima TNI ke DPR menggantikan Agus Suhartono.

“Rasa malu dan rasa bersalah saya, yang dulu kira-kira kali memberikan kepercayaan serta jabatan kepadanya. Saya meminang ampun ke hadirat Tuhan, Tuhan Yang Maha Pengaruh atas kesalahan saya itu, ” ujar SBY pada konfrensi pers yang digelar di kediaman pribadinya, Keraton Cikeas, Bogor, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Respons Moeldoko usai ditetapkan Ketua Umum Partai Demokrat di KLB Sumut

Hal tersebut disampaikan SBY menanggapi terpilihnnya Moeldoko sebagai ketua umum versi kongres istimewa (KLB) kubu kontra-AHY, di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Memajukan, Jumat siang.

SBY menilai, sikap Moeldoko yang selalu membantah terkebat dalam upaya kudeta kepemimpinan Demokrat hingga akhirnya menyambut jabatan ketua umum pada KLB.

Taat SBY, banyak pihak merasakan tidak percaya bahwa Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam Partai Demokrat dan kuat melakukan kudeta.

“Sebuah perebutan kepemimpinan dengan tidak terpuji jauh sebab sikap kesatria dan nilai-nilai moral. Dan hanya menimbulkan rasa malu, bagi hero dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI, ” ujar SBY.

Sebelumnya Ketua Ijmal Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kesimpulan Moeldoko dalam merebut kepemimpinan partai tidak berubah.

“Memang sejak kausa motif dan keterlibatan KSP Moeldoko tidak berubah, ” ucap AHY di dewan DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta Sentral.

“Yaitu mau mengambil alih kepemimpinan Golongan Demokrat yang sah, memakai cara-cara inkonstitusional, serta jauh dari moral dan etika politik, ” imbuhnya.

Mengaji Juga: Moeldoko ditetapkan jadi Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB Sumatra Utara

Adapun keputusan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2026 dibacakan sebab Jhoni Allen. Pernyataan tersebut diiringi riuh para peserta KLB. Terlihat para peserta menyetujui dan meneriakkan kata setuju dengan hasil putusan tersebut.

Jhoni mengungkapkan ada dua nama yang menjadi calon Ketum Partai Demokrat, yakni Moeldoko dan Marzuki Alie. Namun, Marzuki memutuskan untuk mengundurkan diri.

Sekalipun demikian, mantan Ketua DPR itu diputuskan untuk menjelma Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. KLB juga menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat AHY dinyatakan telah demisioner. (Nicholas Ryan Aditya)

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “SBY Merasa Malu dan Bersalah Sudah Berikan Jabatan ke Moeldoko”,

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk mempersembahkan artikel-artikel yang berkualitas & bermanfaat.

Sebagai peribahasa terimakasih atas perhatian Kamu, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.