Mau tambah investasi di Gojek, Telkomsel sepertinya ingin manfaatkan momentum

0
109

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Telkomsel mengkaji opsi untuk menambah investasi di Gojek. Perusahaan telekomunikasi itu masih memiliki ruang untuk berinvestasi hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 4, 37 triliun di Gojek.

Peneliti Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia Taufiq Nur menilai, sejak sisi investor, Telkomsel tampaknya ingin memanfaatkan momentum untuk rencana merger Gojek-Tokopedia (GoTo) yang santer terdengar. Secara tambahan investasi, Telkomsel bisa masuk lebih dalam, sehingga akan membuat valuasi gabungan semakin besar sebelum GoTo melantai di bursa saham alias menggelar initial public offering (IPO).

Sedangkan sejak sisi Gojek, masuknya bunga investasi dari Telkomsel mau membuat posisi laporan keuangan semakin kuat. Hal ini bakal memberikan sentimen positif bagi investor terhadap jadwal IPO GoTo. “Jika penyatuan GoTo terealisasi, tentunya investasi Telkomsel akan bernilai lebih besar lagi. Kekurangan dengan mungkin dihadapi Telkomsel jika masuk investasi pasca IPO, porsi investasi tersebut menjadi lebih kecil dengan biji nominal investasi yang persis karena GoTo sudah divaluasi tinggi, ” kata Taufiq kepada Kontan. co. id, Minggu (25/4) malam.

Membaca Juga: Telkomsel buka opsi mempercepat investasi US$ 300 juta ke Gojek

Dia meyakini, rencana menaikkan investasi di Gojek sudah memiliki kalkulasi sebagai periode dari corporate strategy Telkomsel. Santernya wacana merger & IPO GoTo tampaknya menyusun Telkomsel mengambil posisi untuk dapat masuk lebih pada ekosistem ekonomi digital.

“Telkomsel serupa memiliki investasi di LinkAja. Dengan berinvestasi ke Gojek, Telkomsel dapat memperkokoh keberadaannya dalam bisnis ekonomi digital dan memungkinkan kolaborasi antar portfolio yang dimiliki, ” sebut Taufiq.

Keadaan ini pun akan memperketat persaingan antara platform digital. Terlebih, Grab pun sudah menyuntikan dana ke Emtek Group yang mana serupa pemilik BukaLapak. Dari sisi strategis, Grab juga sedangkan mempersiapkan IPO di pasar uang saham Amerika bersama Altimeter, serta ada wacana secondary offering di Singapura.

“Ini menjadi isyarat ke depan konsentrasi pasar ekonomi digital akan semakin mengerucut dimana setiap pemeran utama di dalamnya berlomba untuk menguatkan portfolio per, ” imbuh Taufiq.

Dalam pemberitaan Langsung. co. id sebelumnya, Eksekutif Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro menjelaskan, pihaknya memiliki preferensi untuk berinvestasi di Gojek sampai dengan US$ 450 juta dalam waktu 1 tahun sejak investasi prima dilakukan. Adapun investasi baru Telkomsel ke PT Pelaksanaan Karya Anak Bangsa (AKAB) telah dilakukan pada November 2020 senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2, 16 triliun.

Lalu, investasi US$ 300 juta berikutnya menjadi opsi bagi Telkomsel untuk mengeksekusinya dalam waktu satu tahun sejak investasi mula-mula. “Sekarang kami sedang berupaya mengkaji perihal opsi US$ 300 juta tersebut buat bisa dilakukan lebih cepat setelah melihat hasil dengan positif dari kolaborasi sinergitas yang sudah dijalankan bergandengan sejak awal tahun 2021, ” kata Setyanto kepada Kontan. co. id, Kamis (22/4).

Pasca investasi pertama dari Telkomsel ke Gojek pada 2020 lalu, integrasi ekosistem sudah dilakukan melalui berbagai prakarsa integrasi layanan customer-centric yang berfokus mendorong penguatan ekosistem digital di sektor UMKM dan bisnis informal.

Beberapa di antaranya meliputi integrasi Telkomsel MyAds dan DigiPOS! Aja secara GoBiz, pemberian akses bagi lebih dari 20. 000 mitra outlet/reseller Telkomsel dalam layanan GoShop, serta logistik paket data khusus bagi mitra pengemudi Gojek bertanda Paket Swadaya yang bisa diakses di Aplikasi GoPartner dan MyTelkomsel.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih tempat perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.