Simak! Ini Investasi Terjangkau & Anti-Ribet

0
49

KONTAN. CO. ID – Apakah awak sudah kenal dengan yang namanya investasi? Bagi beberapa orang, mungkin ketika mengikuti istilah investasi, terkadang tepat membuat dahi berkerut. Ribet!

Tak hanya itu, sering kali itu berpikir, investasi butuh pangkal besar. Belum lagi harus pandai berhitung supaya tak buntung. Ya, berbeda secara menabung yang cukup setor uang di bank, lulus menunggu bunga sebagai keuntungannya.

Tapi, kini, investasi sudah bisa dilakukan semudah menabung di bank. Tak butuh modal mulia. Ya, kamu bisa berangkat investasi dengan membeli reksa dana.

Lantas, apa itu reksa persediaan? Yuk, kita kenali produk investasi ini lebih di!

1. Produk Investasi Simpel

Reksa Dana adalah satu diantara alternatif investasi yang tepat bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemilik uang yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana bisa diartikan sebagai wadah dengan gunakan untuk menghimpun pemberian dari masyarakat, sebagai pemodal dan dilanjutkan untuk investasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Sebab, keluaran ini memang dirancang buat kamu yang baru ingin memulai investasi.

2. Dikelola oleh Manajer Investasi

Reksa dana yang merupakan kelompok dana ini akan dikelola oleh Manajer Investasi. Para Manajer Investasi inilah yang kemudian memutar dana ke berbagai instrumen keuangan, seolah-olah saham, obligasi atau yang lain.

Ini memproduksi kamu lebih efisien periode. Sebab, dengan dikelola sebab Manajer Investasi profesional, awak tak perlu repot memeriksa kinerja investasi setiap zaman.

Begitu juga seperti halnya ketika awak menyimpan uang di bank, orang yang membeli produk reksa dana juga bakal memiliki rekening efek.

3. Kenali risiko reksa dana

Sama seperti wadah investasi lainnya, di samping menghadirkan berbagai peluang keuntungan, reksa dana pun mengandung bermacam-macam peluang risiko.

Seperti, risiko berkurangnya nilai unit penyertaan. Risiko dengan dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek saham, obligasi, atau surat berharga lainnya yang masuk dalam portofolio reksa dana ini dapat diminimalisir oleh Manajer Investasi (selaku pengelola) dengan keyakinan diversifikasi yang diterapkan.

Risiko likuiditas ialah risiko yang menyangkut soal kesulitan yang dihadapi Direktur Investasi jika sebagian tumbuh investor reksa dana melaksanakan redemption (penjualan kembali) arah unit-unit yang dimiliki. Iklim seperti ini dapat menjelma peluang untuk membuat Eksekutif Investasi kesulitan dalam situasi menyediakan uang tunai untuk redemption tersebut.

4. Pembelian reksa dana mudah-mudahan

Untuk membeli reksa dana, kamu bisa datang langsung ke Manajer Investasi. Bisa selalu melalui agen penjual, yakni bank.

Kulak reksa dana di bank, tentunya akan mudah dijangkau. Tak hanya itu, opsi produk reksa dana dengan dijual di bank biasanya juga lebih beragam. Tidak cuma dari satu Eksekutif Investasi saja. BRI jadi salah satu bank terbesar dengan jaringan terluas tersebut berfungsi sebagai agen pedagang reksa dana.

Tapi, penting kamu mendapati, reksa dana adalah keluaran pasar modal dan bukan merupakan produk bank, jadi tidak dijamin oleh bank dan tidak termasuk dalam cakupan objek program penjaminan pemerintah atau penjaminan simpanan.

5. Kenali karakteristik dan profil investasi diri tunggal

Memang, sebelum berinvestasi reksa dana kamu sebaiknya mengalami seluk-beluk produknya. Tapi, istimewa juga untuk mengenali karakteristik atau profilmu dalam berinvestasi untuk menentukan jenis reksa dana yang kamu kumpulan. Apakah kamu termasuk jenis investor yang bisa menanggung risiko rendah, sedang ataupun tinggi.

Sebagai agen penjual, BRI menunjukkan empat jenis reksa biaya. Mulai dari reksa biaya pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa uang saham, dan reksa simpanan campuran.

Reksa dana pasar uang cuma melakukan investasi pada buah yang bersifat utang, dengan jatuh tempo kurang dari utama tahun. Sementara reksa simpanan pendapatan tetap merupakan macam investasi sekurang-kurangnya 80% sejak aktivanya dalam bentuk efek bersifat utang. Tapi, risikonya relatif lebih besar sebab reksa dana pasar kekayaan.

Adapun reksa dana saham merupakan jenis investasi sekurang-kurangnya 80% daripada aktivanya dalam bentuk buah bersifat ekuitas atau bagian. Karena investasinya dilakukan dalam saham maka risikonya lebih tinggi dibanding reksa derma pasar uang dan perolehan tetap. Akan tetapi, men tingkat pengembalian yang agung. Sedangkan, reksa dana larutan merupakan jenis yang melayani investasi dalam efek bersifat saham atau ekuitas dan efek bersifat utang.

Memasuki bulan Ramadan yang penuh rahmat, kita pasti butuh dana lebih untuk menyambut Hari Sundal Idul Fitri. Untuk tersebut, kamu dapat mempersiapkan biaya tersebut dari jauh keadaan dengan berinvestasi di reksa dana melalui BRI. Buat mengetahui lebih rinci, Daftar Prospektus dan Fund Fact Sheet dapat kamu menyimak melalui info prospektus Reksa Dana BRI. Kamu selalu dapat menghubungi BRI Premi Call Center (021) 575 8899/ 0 800 satu 017.

Reporter: Adv Team
Editor: Ridwal Prima Gozal