Home Blog Page 20

Itu penjelasan analis terkait saham top leaders sepanjang tahun 2020

0

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa (21/4), ditutup di kelas 4. 501, 92 atau mendarat 28, 54% sejak awal tahun (ytd).

Di sedang penurunan tersebut saham PT Siantar Top tbk (STTP) justru terbang 135, 6% ytd dengan kadar kapitalisasi Rp 14 triliun, disusul oleh saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) yang naik 195, 1% sejak melantai kamar lalu dan PT Indoritel Kaya Internasional Tbk (DNET) yang terangkat 13, 4%.

Ukuran kapitalisasi pasar CARE dan DNET masing-masing sebesar Rp 10 triliun dan Rp 49 triliun.

Baca Serupa: Saham lapis kedua dan ketiga menghijau saat IHSG jatuh, ini kata analis

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, kenaikan itu bersifat mekanisme pasar. Di mana jumlah investor yang memegang saham tersebut sangat memengaruhi pergerakan makna.

Di saat bagian tidak likuid dengan nilai kapitalisasi kecil maka pemegang saham hendak lebih kecil dari saham blue chips . Dus, ketika ada investor dengan volume kecil membeli saham lapis besar dan tiga seperti STTP, CARE dan DNET harga akan terangkat.

“Kalau misalnya pasar turun kemudian investor melihat peristiwa itu, kalau dia pegang saham tertentu dia jual itu yang membuat saham turun. Tetapi tersedia juga yang tidak likuid, tidak banyak yang pegang dan sebab pasar turun, karena tidak banyak yang pegang ya tidak tersedia yang jual. Di sisi lain, selalu ada orang yang menyimpan tunai, ya belanja, ” sahih Teguh Hidayat kepada Kontan, Selasa (21/4).

Baca Juga: Ini Bonus yang Direksi dan Komisaris Bank BCA (BBCA) Peroleh tempat Kinerja 2019

Dukungan dari Anda hendak menambah semangat kami dalam menampilkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.

Makna Minyak Mentah US$ 11, 82 per barel, begini nasib ke penerimaan negara 2020

0

Reporter: Bidara Pink | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN. CO. ID – Harga patra mentah, semakin jatuh di tengan pandemi virus corana Covid-19. Merosotnya harga minyak ini tentu semakin menekan penerimaan negara di pusat perlambatan ekonomi menghadapi krisis akibat penyebaran virus corona Covid-19.

Berdasarkan data CNBC, nilai minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2020 turun ke level US$ 11, 82 per barel di New York Mercantile Exchange. Tekanan harga minyak hijau ini mencapai 35% pada Senin (20/4).

Tekanan makna minyak ini juga tercatat adalah level terendah baru dalam 21 tahun.

Penurunan ini tentu akan mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP). Sementara dalam skenario berat pemerintah, ICP tahun ini bisa tertekan ke level US$ 38 per barel dan tertindas ke level US$ 31 per barel dalam skenario sangat berat.

Hal ini tentu akan berdampak pada penerimaan negeri di Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Berdasarkan hisab sensitivitas asumsi dasar makro di dalam Nota Keuangan dan APBN 2020, setiap ada kenaikan ICP sejumlah US$ 1 barel akan menambah penerimaan negara sebesar Rp 3, 6 triliun-Rp 4, 2 triliun.

Selain itu juga akan menambah belanja negara Rp 3, 1 triliun-Rp 3, 9 triliun. Sementara defisit anggaran bakal bertambah sebesar Rp 1, 3 triliun-Rp 1, 8 triliun.

Sebaliknya, jika ICP mendarat, maka penerimaan, belanja, dan kekurangan anggaran juga akan berkurang sebesar itu.

Namun, Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani mengatakan, pemerintah masih akan terus memantau perkembangan kehormatan minyak dan pengaruhnya terhadap arahan negara.

Ia menambahkan, pemerintah hingga kini masih menggunakan rerata ICP hingga Maret untuk perhitungan APBN di tahun ini yang masih di kisaran US$ 50 per barel.

“Tentu kami akan melihat trend minyak ini sampai dengan akhirusanah 2020. Jadi bukan harian atau mingguan untuk saat ini, ” tandasnya

Sokongan dari Anda akan menambah sifat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.

Tokopedia sediakan lebih dari 190 opsi kelas untuk program kartu prakerja

0

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Handoyo.

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Tokopedia menyatakan zaman ini, telah menyediakan lebih dari 190 pilihan kelas atau pelatihan untuk mendukung program Kartu Prakerja.

Direktur Kebijakan Terbuka dan Hubungan Pemerintah, Tokopedia, Astri Wahyuni menjelaskan pilihan lembaga pendidikan sekaligus kelas atau pelatihan bisa dilihat di halaman www.tokopedia.com di bagian kartu-prakerja.

Baca Juga: Jadi mitra program Prakerja, Bukalapak buka pendaftaran pelatihan dalam periode dekat

“Berkaitan dengan program Kartu Prakerja, saya berperan sebagai marketplace atau jembatan penengah, antara lembaga pendidikan penyedia kelas atau pelatihan dengan masyarakat yang membutuhkan kelas atau pelat. Tersebut juga membuat Tokopedia memiliki ekosistem yang mendukung digitalisasi pendidikan serta dipercaya sebagai mitra platform digital resmi oleh Kementerian Koordinator Dunia Perekonomian RI untuk meluncurkan Surat Prakerja, ” kata Astri Wahyuni saat dihubungi Kontan, Minggu (19/4).

Nantinya, Tokopedia juga bertugas menyeleksi dan memverifikasi penyambut bantuan sekaligus lembaga penyedia kelas/pelatihan. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan pemerintah dapat ditanyakan langsung dengan lembaga manajemen Kartu Prakerja.

Di sisi lain, sendat Astri, masyarakat dapat memanfaatkan fitur Kartu Prakerja untuk mengakses bermacam-macam pilihan kelas/pelatihan dari beragam institusi pendidikan. Pemilihan bisa didasarkan pada materi atau kemampuan yang ingin dipelajari. Selain itu, pengguna sanggup menggunakan nomor Kartu Prakerja jadi metode pembayaran khusus dalam fitur ini.

Tokopedia tunggal menjamin pihaknya akan selalu mendaftarkan aturan berlaku, yakni bertugas menyimpan ekosistem yang menyediakan layanan dengan harga transparan dan kemudahan kanal bagi masyarakat.

Baca Juga: Ingat ya, besok pendaftaran surat prakerja gelombang II dibuka

Pengukuran output bergantung pada masing-masing kelas atau pelatihan dengan dipilih dan kapasitas para penyambut bantuan selama mengikuti kelas atau pelatihan.

“Kami harap, fitur ini bisa mendorong & memperluas akses non formal untuk masyarakat Indonesia dari berbagai dasar terutama yang terdampak pandemi COVID-19 karena di Tokopedia kami membenarkan, pendidikan yang lebih baik hendak mendatangkan kehidupan yang lebih molek, ” pungkas dia.

Terdampak Covid-19, okupansi hotel CLAY kurang dari 2%

0

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Bisnis kongsi properti dan perhotelan PT Cermin Putra Realty Tbk (CLAY) terdampak penyebaran Covid-19. Sekretaris Perusahaan CLAY, Dodon Trikoeswardana mengatakan, bisnis perhotelan saat ini tertekan dengan level okupansi hotel kurang dari 2%.

Manajemen CLAY memperhitungkan hal ini akan berlangsung tenggat Juni 2020 mendatang. Guna menahan kinerja di tengah gempuran pengaruh Covid-19, Dodon bilang, CLAY melakukan efisiensi biaya secara signifikan pada semua lini usaha agar berkecukupan bertahan dalam kondisi Covid-19.

Baca Serupa: Kinerja Protech Mitra Perkasa (OASA) masih tertekan di dalam 2019

Tersedia beberapa upaya lain yang CLAY lakukan, pertama, CLAY melakukan restrukturisasi pembayaran kewajiban ke perbankan. Lalu perseroan ini juga melakukan persetujuan pembayaran hutang ke supplier , memberlakukan shift dan unpaid leave bagi staf hotel, penghentian pekerja outsource , dan penetapan kontak lebih awal terutama untuk expatriate .

“Perusahaan juga melakukan keefisienan penggunaan lantai dan ruangan dengan digunakan untuk operasional hotel, ” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Sabtu (18/4).

Asal cakap saja, Citra Putra Realty terekam memiliki dua hotel, yakni hotel bintang lima The Stone dalam Bali dan hotel bintang 3 The Clay di Jakarta. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2009 ini juga tercatat sebagai pihak yang memprakarsai berdirinya The Stones Entertainment Center di Legian, Bali.

Membaca Juga: Hadapi pandemi corona, Trisula Textile (BELL) sangga pemerintah produksi APD nonmedis

Vale (INCO) raih produksi nikel di matte 17. 614 metrik ton di Kuartal I 2020

0

Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA. Perusahaan sumbangan mineral PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan hasil produksi nikel dalam matte sepanjang kuartal perdana 2020 sebesar 17. 614 metrik ton. Jumlah ini meningkat 34, 66% (yoy) dibandingkan realisasi dalam kuartal pertama tahun lalu sebanyak 13. 080 metrik ton.

Akan tetapi, hasil penerapan nikel dalam matte INCO di kuartal I-2020 lebih rendah 14, 05% (qoq) secara kuartalan ketimbang produksi di kuartal IV-2019 cerai-berai sebanyak 20. 494 metrik ton.

CEO dan Kepala Direktur INCO Nico Kanter mengecap, turunnya hasil produksi nikel di matte secara kuartalan lebih dikarenakan adanya aktivitas pemeliharaan yang sudah direncanakan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Permintaan Nikel Diprediksi Turun, Begini Rekomendasi Saham Vale Indonesia (INCO)

Tadbir INCO tetap mensyukuri hasil penerapan di kuartal I-2010 yang pada umumnya lebih baik daripada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan pencapaian ini kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi kami pada tahun 2020, ” kata Nico dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/4).

Catatan Kontan, INCO menargetkan produksi nikel dalam matte sebesar 71. 000 metrik ton hingga akhir tahun ini.

Sebagai informasi, tahun morat-marit INCO meraih kenaikan pendapatan sebesar 1% (yoy) menjadi US$ 782, 01 juta. Namun, laba bersih perusahaan ini turun 5, 14% (yoy) menjadi US$ 57, 40 juta.

Gara-gara corona, obligasi dari sektor multifinance dinilai punya peluang default

0

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Di tengah pandemi virus corona, beberapa emiten terdesak mengalami pemangkasan peringkat dan outlook oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bahkan pada kurun waktu April, Pefindo tercatat sudah memotong 11 peringkat ataupun outlook sebab beberapa emiten.

Eksekutif Utama Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggono, menilai pemangkasan peringkat dan outlook merupakan hal wajar di tengah kondisi masa ini. Dia menyebut, pandemi virus corona telah membuat aktivitas ekonomi menjadi terganggu.

“Memasuki kuartal II-2020 kondisi ini belum ada tanda-tanda membaik. Sehingga di dalam semester I-2020 terlihat belum tersedia pergerakan ekonomi yang artinya kinerja emiten pasti akan banyak yang terdampak, ” ujar Wahyu kepada Kontan. co. id, Kamis (16/4).

Menyuarakan Juga: Pefindo sudah menurunkan peringkat dan outlook 11 perusahaan akibat corona

Wahyu bahkan menyebut, imbas dari terganggunya kinerja emiten menelungkupkan lebar peluang gagal bayar obligasi. Naganaganya beberapa emiten yang sudah menerbitkan obligasi korporasi akan kesulitan membayar kewajiban kupon tiga bulanan atau enam bulanan seiring buruknya putaran roda ekonomi.

“Di tengah kondisi seperti itu, saya lihat beberapa emiten berpeluang akan mengalami penundaan pembayaran bon yang bisa disebut juga sebagai gagal bayar. Biasanya akan dikenal sebagai technical default, jika ini terjadi otomatis ratingnya bisa turun sampai ke CCC, ” tambah Wahyu.

Menyuarakan Juga: Efek kemerosotan rupiah, ada empat perusahaan berisiko karena utang dolar

Sektor yang dinilai Wahyu paling rentan mengalami gagal tukar adalah sektor keuangan, khususnya multifinance. Ini karena semenjak virus corona menyebar, perusahaan multifinance mengalami pengganggu untuk menyalurkan kredit seiring dengan turunnya konsumsi masyarakat.

“Ditambah lagi pemerintah kan bikin kebijakan bebas cicilan kredit untuk kalangan tertentu. Sehingga kami melihat obligasi yang diterbitkan multifinance bakal meningkat potensi gagal bayarnya, ” kata Wahyu.

Baca Juga: Moody’s pangkas outlook Inalum menjelma negatif

Sementara sektor yang relatif tidak terdampak signifikan disebut Wahyu adalah perusahaan-perusahaan yang berfokus di produksi makanan dan minuman, perusahaan farmasi, dan perkebunan yang berkaitan dengan hasil bumi.

Pemasaran listrik merosot, IESR: Persoalan PLN di tiga bulan ke depan adalah cashflow

0

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Pandemi virus corona menghantam perekonomian di negeri. Hal itu membuat konsumsi energi, khususnya listrik pun turun di segmen bisnis dan industri. Akibatnya, penjualan listrik PT PLN (Persero) ikut anjlok.

Berdasarkan hitungan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, sejak pekan kedua bulan Maret, beban puncak dalam Sistem Jawa-Bali sudah merosot kira-kira 2-3 Gigawatt (GW).

Sebenarnya masih terlalu dini untuk menilai perlambatan penjualan listrik PLN. Sebab, dampak dari Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) terhadap konsumsi listrik baru bisa tergambar di bulan April atau Mei mendatang.

Mengaji Juga: Konsumsi listrik anjlok imbas corona, Pengamat UI: PLN berpotensi rugi Rp 6, 3 triliun

“Saya kira untuk menilai tersedia penurunan atau perlambatan, kami harus lihat profil beban dan penjualan di Kuartal kedua, ” logat Fabby kepada Kontan. co. id, Rabu (15/4).

Tetapi di tengah kondisi pandemi semacam saat ini, hal tersebut bakal menggoncang kinerja keuangan PLN. Fabby menaksir, jika tren penurunan tanggung di sistem Jawa-Bali terus bersambung di kuartal kedua, maka PLN berpotensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 3 triliun – Rp 3, 3 triliun per triwulan. Pokok, target penjualan listrik ditaksir cuma bisa menyentuh 95%-97% dari rancangan.

“Dasar perhitungannya merupakan target penjualan listrik PLN pada seluruh sistem sesuai RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) serta realisasinya, ” ungkap Fabby.

SUN acuan tenor 10 tahun memutar banyak diburu, investor mulai bagak masuk pasar?

0

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengadakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari itu, Selasa (14/4).

Buatan lelang ini menunjukkan minat investor terhadap pasar obligasi Indonesia belum menunjukkan perbaikan, bahkan cenderung memburuk. Sebab hanya ada penawaran merembes Rp 27, 65 triliun pada lelang kali ini. Jumlah tersebut turun dibanding lelang SUN sebelumnya yang mencapai Rp 33, 51 triliun.

Dari total penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap dana sebanyak Rp 16, 88 triliun. Angka tersebut faktual di bawah target semula pemerintah yang sebesar Rp 20 triliun-Rp 30 triliun.

Baca Juga: Kekhawatiran penangangan corona masih menghantui investor, hasil lelang SUN mendarat

Seri kemuliaan FR0082 menjadi seri yang paling diminati oleh para peserta. Jumlah penawaran yang masuk untuk seimbang acuan 10 tahun tersebut mencapai Rp 9, 51 triliun. Cahaya ini sekaligus menjadi yang memutar banyak dimenangkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7, 96%.

Hal ini sedikit berbeda dibandingkan biasanya. Pada lelang-lelang sebelumnya, seri-seri yang paling diminati ialah seri-seri yang memiliki waktu jeblok tempo lima tahun atau lebih cepat.

Direktur Aliansi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut seri FR0082 menjadi yang paling banyak diburu pada lelang kala ini karena menjadi modelling portofolio obligasi.

“Para investor biasanya akan seimbangkan antara seri benchmark 5 tahun dan 10 tahun. Selain itu seri acuan 10 tahun juga memungkinkan mendapatkan bengkok hasil yang lebih besar secara volatilitas yang lebih terukur, ” kata Nico kepada Kontan. co. id, Selasa (14/4).

Baca Juga: Penawaran lelang SUN turun, pemerintah menyerap dana di lembah target

Tatkala Head of Economic Research Pefindo Fikri C Permana menuturkan ada kemungkinan seri FR0082 menjadi yang paling banyak diburu dan dimenangkan sebagai langkah intervensi bank pokok. “Saya curiga kalau itu merupakan bentuk intervensi bank sentral, khususnya bertujuan menjaga yield seri benchmark 10 tarikh, ” ujar Fikri.

Setelah seri FR0082, seri berikutnya yang paling banyak dimenangkan ialah seri FR0081 atau seri cetakan 5 tahun, yakni sebesar Rp 4, 15 triliun dengan yield sama 7, 54%. Berikut daftar lengkap seri yang dimenangkan beserta yield rata-ratanya:

1. SPN03200715 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2020. Seri ini dimenangkan Rp 380 miliar dengan yield rata-rata tertimbang 2, 56%
2. SPN12210401 yang jatuh tempo pada 1 April 2021. Seri ini dimenangkan Rp 300 miliar dengan yield rata-rata tertimbang 3, 57 %
3. FR0081 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025. Cahaya ini dimenangkan Rp 4, 15 triliun dengan yield rata-rata tertimbang tujuh, 54%
4. FR0082 yang jatuh tempo pada 15 September 2030. Seri ini dimenangkan Rp 8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang tujuh, 96%
5. FR0080 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035. Seri ini dimenangkan Rp 2 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 8, 21%
6. FR0083 dengan habis waktu pada 15 April 2040. Seri ini dimenangkan Rp 1, 6 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 8, 32%
7. FR0076 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048. Seri ini dimenangkan Rp 450 miliar dengan yield sama tertimbang 8, 42%

Pandemi corona memukul ekonomi, harga emas makin berkilau

0

Harga emas bertahan tetap di dekat level tertinggi satu bulan pada Senin (13/4), karena wabah corona menekan ekonomi.

Maskapai penerbangan AS minta Departemen Keuangan batalkan hibah US$ 25 miliar

0

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – MASKAPAI -maskapai penerbangan besar di Amerika Serikat mendesak Departemen Keuangan dan sejumlah pemerintah federal membatalkan atau merevisi ketentuan sebagian dari hibah US$ 25 miliar yang ditujukan untuk menggaji para pegawai maskapai sebagai pinjaman.

Reuters, Minggu (12/4) melaporkan, asosiasi maskapai yaitu Airlines for America dalam diskusi bersama dengan Departemen Keuangan dan pemerintah federal menyatakan nilai US$ 25 miliar sejatinya masih sangat kurang untuk menutup kebutuhan gaji pegawai.

Baca Juga: JPMorgan naikkan standar pemberian KPR, mitigasi NPL di tengah pandemi Covid-19

Asosiasi menilai dana tersebut mestinya diberikan hanya dalam bentuk hibah, bukan kombinasi dengan pinjaman. Sementara beberapa maskapai penerbangan lain meminta agar dana hibah dapat dibayarkan secara langsung.

Jumat lalu, Menteri Keuangan Steven Mnuchin menyatakan 30% atau setara US$ 7, 5 miliar dari total dana diberikan dalam bentuk pinjaman berbiaya rendah selama sepuluh tahun, dengan bunga 5% pada lima tahun pertama pinjaman. Adapun kongres belum memberikan respon apa pun atas ketentuan yang disusun Departemen Keuangan.

Adapun dalam ketentuannya, maskapai penerima hibah dilarang untuk membehentikan pegawainya hingga September 2020 mendatang. Maskapai bisa kena sanksi jika ketentutan ini dilanggar.

Baca Juga: Empat negara ini larang penggunaan aplikasi Zoom, apa alasannya?

Presiden Serikat Asosiasi pegawai maskapai Sara Nelson Sabtu lalu mencuit jika US$ 7, 5 miliar diberikan dalam bentuk pinjaman, pemberhentian pekerja akan segera berlangsung dan memuncak pada Oktober 2020. “Ini jelas merupakan pencurian dana kongres yang mestinya diberikan kepada pekerja. ”

Akibat pandemi COVID-19, maskapai di AS sendiri telah mengandangkan lebih dari 2. 200 pesawat, ini lebih dari sepertiga armada maskapai AS.

Kemudian mereka juga telah membatalkan ratusan ribu penerbangan sembari berupaya mati-matian menopang neraca lantaran permintaan penerbangan yang anjlok sampai 95%.