Home Blog Page 53

Pandemi corona memukul ekonomi, harga emas makin berkilau

0

Harga emas bertahan tetap di dekat level tertinggi satu bulan pada Senin (13/4), karena wabah corona menekan ekonomi.

Maskapai penerbangan AS minta Departemen Keuangan batalkan hibah US$ 25 miliar

0

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – MASKAPAI -maskapai penerbangan besar di Amerika Serikat mendesak Departemen Keuangan dan sejumlah pemerintah federal membatalkan atau merevisi ketentuan sebagian dari hibah US$ 25 miliar yang ditujukan untuk menggaji para pegawai maskapai sebagai pinjaman.

Reuters, Minggu (12/4) melaporkan, asosiasi maskapai yaitu Airlines for America dalam diskusi bersama dengan Departemen Keuangan dan pemerintah federal menyatakan nilai US$ 25 miliar sejatinya masih sangat kurang untuk menutup kebutuhan gaji pegawai.

Baca Juga: JPMorgan naikkan standar pemberian KPR, mitigasi NPL di tengah pandemi Covid-19

Asosiasi menilai dana tersebut mestinya diberikan hanya dalam bentuk hibah, bukan kombinasi dengan pinjaman. Sementara beberapa maskapai penerbangan lain meminta agar dana hibah dapat dibayarkan secara langsung.

Jumat lalu, Menteri Keuangan Steven Mnuchin menyatakan 30% atau setara US$ 7, 5 miliar dari total dana diberikan dalam bentuk pinjaman berbiaya rendah selama sepuluh tahun, dengan bunga 5% pada lima tahun pertama pinjaman. Adapun kongres belum memberikan respon apa pun atas ketentuan yang disusun Departemen Keuangan.

Adapun dalam ketentuannya, maskapai penerima hibah dilarang untuk membehentikan pegawainya hingga September 2020 mendatang. Maskapai bisa kena sanksi jika ketentutan ini dilanggar.

Baca Juga: Empat negara ini larang penggunaan aplikasi Zoom, apa alasannya?

Presiden Serikat Asosiasi pegawai maskapai Sara Nelson Sabtu lalu mencuit jika US$ 7, 5 miliar diberikan dalam bentuk pinjaman, pemberhentian pekerja akan segera berlangsung dan memuncak pada Oktober 2020. “Ini jelas merupakan pencurian dana kongres yang mestinya diberikan kepada pekerja. ”

Akibat pandemi COVID-19, maskapai di AS sendiri telah mengandangkan lebih dari 2. 200 pesawat, ini lebih dari sepertiga armada maskapai AS.

Kemudian mereka juga telah membatalkan ratusan ribu penerbangan sembari berupaya mati-matian menopang neraca lantaran permintaan penerbangan yang anjlok sampai 95%.

Corona belum mereda, Olimpiade 2021 pesimis dilaksanakan sesuai jadwal

0

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Olimpiade Tokyo 2020 menjadi salah satu medan olahraga yang paling terpukul kelanjutan COVID-19. Pandemi virus corona mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjemput langkah untuk memundurkan waktu pelaksanaan ajang tersebut.

Pra pandemi virus corona merebak, Olimpiade seharusnya dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli-9 Agustus. Akibat meluasnya pandemi virus corona ke seluruh negeri, IOC pun memutuskan jadwal Olimpiade diundur hingga 23 Juli 2021.

Membaca Juga: Darurat corona, dua pusat latihan olimpiade dalam Jepang ditutup

Melihat jadwal yang baru, CEO Komisi Penyelenggara Olimpiade Jepang, Toshiro Muto, malah tidak terlalu optimistis kompetisi multicabang olahraga terbesar pada dunia itu dapat terlaksana sebab pandemi yang saat ini terlihat belum mereda. “Saya tidak berpendapat ada orang yang bisa mengutarakan apakah situasi akan terkendali pada Juli tahun depan, ” cakap Toshiro Muto dilansir BolaSport. com dari The Guardian.

“Kami tentu saja tidak di posisi tepat untuk memberi Anda jawaban yang jelas”.

“Kami telah membuat keputusan buat menunda event ini satu tarikh, ini berarti yang bisa beta lakukan hanya bekerja keras untuk mempersiapkan segalanya. “.

“Kami sangat berharap tahun aliran umat manusia akan berhasil menyalahi krisis virus corona, ” ujarnya lagi.

Editor: Handoyo.

Duh, WHO sebut Indonesia dan India berpotensi jadi episenter baru Covid-19

0

Sumber: Kompas. com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Setelah Amerika dan Eropa, Asia Tenggara disebut berpeluang menjelma episenter baru pandemi Covid-19 kalau wabah tidak terkontrol.

Regional Director WHO kawasan Asia Tenggara telah mengeluarkan sebuah media briefing sebagai peringatan dan saran kehati-hatian untuk negeri di Asia Tenggara. Ia berujar gelombang episenter wabah corona daripada Amerika dan Eropa akan menuju Asia Tenggara.

Baca Juga: PSBB diterapkan, kendaraan yang menyelap Jakarta dicek polisi

Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO DG, Diah Saminarsih, menyampaikan bahwa potensi pergeseran gelombang episenter wabah ke provinsi Asia Tenggara ini bisa siap sangat besar jika tidak terkontrol dari sekarang.

Nusantara adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, India pada Asia Selatan juga disorot WHO sebagai negara yang padat penduduk.

“Indonesia dan India, apabila epidemi tidak terkontrol dalam dua negara tersebut, maka negeri Asia Tenggara menjadi episenter segar (Covid-19) di dunia, ” kata pendahuluan Diah dalam diskusi daring bertajuk ‘Hari Kesehatan Dunia 2020: Ulah Nyata Masyarakat Sipil di Kala Pandemi’, Kamis (9/4).

Saat ini, episenter ada dalam Amerika dan Eropa. Di Amerika Serikat, angka kematian bahkan mampu mencapai sekitar 1. 000 moralitas per hari. “Kita tentu ingin menghindari ini terjadi di zona Asia Tenggara, termasuk menghindari itu terjadi di Indonesia, ” perkataan dia.

Baca Juga: Doni Monardo: Sejumlah daerah kemungkinan bakal terapkan PSBB seperti Jakarta

Oleh sebab tersebut, Diah berujar Indonesia sebagai negara yang ‘terlambat’ terinfeksi virus corona bisa mengambil pelajaran akan hal-hal yang dilakukan di negara lain.

Termasuk rekomendasi kecendekiaan dan antisipasi kesehatan, untuk menyekat Indonesia menjadi episenter baru virus corona. (Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “WHO: Indonesia dan India Berpotensi Jadi Episenter Mutakhir Covid-19”

PSBB dinilai berbelit, Jokowi beralasan tak mau salah ambil keputusan

0

Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Pemerintah memutuskan mengambil opsi Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) buat mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Langkah itu diambil dengan terbitnya peraturan pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020. Selain itu ada pula Peraturan Gajah Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 yang menjadi pedoman PSBB.

Menkes menjadi penentu untuk daerah menerapkan kebijakan PSBB. Selain mengusulkan, daerah harus melengkapi sebanyak birokrasi yang dinilai berbelit-belit.

“Saya kira kita segenap dengan kondisi seperti ini jangan sampai mengambil keputusan salah, ” sanggah Presiden Joko Widodo menyikapi hal tersebut saat memberikan bahan pers, Kamis (9/4).

Baca Juga: Besok PSBB di Jakarta berlaku, berikut yang boleh dan tak boleh orang lakukan

Jokowi mengatakan, pemungutan keputusan harus hati-hati. Berbagai pertimbangan harus dilakukan sebelum memutuskan sepadan daerah melakukan PSBB.

Beberapa persyaratan untuk menerapkan PSBB antara lain melihat jumlah kejadian dan angka kematian berdasarkan epidimologi. Selain itu kesiapan daerah pada pemunuhan kebutuhan pun menjadi pertimbangan.

“Saya sampaikan kalau pelaksanaan PSBB tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia namun kita ingin melihat kondisi per daerah, ” terang Jokowi.

Langkah PSBB dipilih untuk menggantikan opsi pemutusan akses total atau lockdown . Pada PSBB, ketentuan seperti peliburan sekolah dan tempat kerja bersifat pembatasan begitu pula dengan kehiatan keagamaan, sosial budaya, hingga transportasi.

Mengaji Juga: Saat pelaksanaan PSBB di Jakarta, ini dengan polisi lakukan

BEI masih mengantongi 20 calon emiten dalam pipeline IPO

0

Reporter: Lediglich Qolbi | Publisher: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Sepanjang tahun 2020 hingga Rabu (8/4), sebanyak 21 perusahaan resmi tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut BEI, masih ada 20 perusahaan yang tertera dalam pipeline penawaran saham perdana künstlername initial public providing (IPO).

Data BEI per 8 April 2020 menunjukkan, dari 20 perusahaan tersebut, sebanyak 10 calon emiten tergolong perusahaan besar. Merujuk Gaya Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53 Tahun 2017, klasifikasi tersebut diberikan pada perusahaan yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

Lalu, sebanyak tujuh perusahaan masuk klasifikasi menengah dan tiga calon emiten tergolong perusahaan kecil. Klasifikasi menengah diberikan pada perusahaan dengan aset Rp 50 miliar-Rp 250 miliar, sedangkan perusahaan kecil adalah yang beraset di bawah Rp 50 miliar.

Lihat Juga: Sepanjang kuartal I-2020, 19 emiten melantai dengan total emisi Rp 2, 74 triliun

Kemudian, apabila melihat sektor bisnisnya, jadi perdagangan, jasa, dan investasi menjadi sektor yang paling mendominasi pipeline BÖRSEGANG (ÖSTERR.) ini. Calon emiten dari bezirk tersebut mencapai tujuh perusahaan.

Sektor dominan selanjutnya adalah properti, property, dan konstruksi bangunan yang mencatatkan empat calon emiten. Untuk sektor keuangan, barang konsumsi, industri dasar dan kimia, serta agrikultur masing-masing terdiri dari dua perusahaan. Disusul oleh sektor unterbau, utilitas, dan transportasi yang berjumlah satu perusahaan.

Baca Juga: IHSG merosot 26, 56% sepanjang 2020, BEI: minat IPO masih tinggi

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatatkan rencana penerbitan obligasi dan sukuk. Jumlahnya mencapai 17 penerbitan yang berasal dari 16 penerbit. Total nilai dana yang dihimpun mencapai Rp 23, 05 triliun.

Di samping itu, BEI juga mengantongi lima rencana penerbitan exchange-traded fund (ETF) dan satu penerbitan dana investasi real estat (DIRE) di dalam pipeline . Dalam esok hari, Kamis (9/4) jadi diselenggarakan pencatatan perdana saham tuk PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), dan PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) sebagai perusahaan tercatat ke-22, ke-23 dan ke-24 pada tahun 2020 pada BEI.

Ekonom Core memprediksi neraca perdagangan mau surplus di bulan Maret 2020

0

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Bea Cukai mendokumentasikan sepanjang tahun ini nilai ekspor barang Indonesia lebih tinggi daripada impor. Hal ini terjadi pada tengah pandemik Covid-19 yang terjadi di seluruh penjuru dunia tercatat di Indonesia.

Berdasarkan data Bea Cukai sejak mula tahun hingga 28 Maret 2020 realisasi impor menurut devisa sebanyak US$ 1, 9 miliar. Sementara ekspor lebih tinggi yakni US$ 3, 12 miliar. Artinya neraca perdagangan surplus US$ 1, 22 miliar.

Mengucapkan Juga: Ekonom CIMB Niaga sarankan BI aktifkan bilateral currency swap agreement

Adapun berdasarkan catatan bea cukai, komoditi impor yang besar berupa barang-barang konsumsi, barang-barang modal, dan bahan baku penolong. Di antaranya seperti mesin, tekstil, barang tunas manufaktur, bahan baku telepon seluler. Sementara untuk ekspor didominasi sebab komoditi seperti batubara, barang sumbangan, mineral dan logam, minyak mentah dan turunannya, serta bahan primer dalam bentuk butiran.

Melihat hal ini, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah menilai saat ini penyebab utama dari menurunnya permintaan dunia serta penurunan kehormatan komoditas tentu disebabkan oleh wabah Covid-19.

Baca Juga: Tersedia Wabah Corona, World Bank Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Cuma dua, 1%

Menurutnya, dengan turunnya permintaan dan kehormatan komoditas inilah yang membuat ekspor tentunya juga akan menurun. Tak hanya itu, impor juga menurun drastis akibat tidak berjalannya produksi manufaktur di dalam negeri. “Yang bertahan utamanya impor barang bertabur, ” Katanya kepada Kontan. co. id, Selasa (7/4).

Meski melihat pola penurunan ekspor dan impor dengan China, Piter memprediksi neraca perdagangan pada bulan Maret 2020 akan membaik atau surplus. Hal ini dipengaruhi sebab adanya penurunan impor jauh lebih besar dibandingkan penurunan Ekspor. “Kalau melihat pola penurunan ekspor dan impor kita dengan China, diperkirakan neraca perdagangan di bulan Maret akan surplus, ” ungkapnya.

Pabrik stop beroperasi, Cahayaputra Asa Keramik masih hitung efeknya ke kemampuan

0

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID berantakan JAKARTA . Emiten keramik PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) masih menghitung-hitung dampak wabah corona ke kinerja keuangan di kuartal II 2020 ini.

Sebab, setelah tempo hari mengeluh ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang ekspansi penambahan kapasitas pabrik yang tertunda. Tak lama bercelah, CAKK melapor lagi telah mendiamkan produksi di pabrik Karawang, Jawa Barat.

Sekretaris perusahaan Cahayaputra Asa Keramik Juli Berliana mengatakan, aktivitas produksi dihentikan, namun kegiatan untuk maintenance mesin langgeng berjalan.

Baca Juga: Duh, industri keramik tertekan pelemahan rupiah dan pandemi virus corona

Menurut Juli, jalan ini dilakukan CAKK sehubungan dengan makin maraknya wabah Covid-19 jadi diterapkannya social distancing maupun work from home (WFH) yang banyak mempengaruhi aktivitas perusahaan.

Dengan adanya Surat Edaran dari Bupati Karawang mengenai Himabauan Penutupan Tengah Kegiatan Usaha, Cahayaputra Asa Keramik pun menghentikan kegiatan produksi untuk sementara waktu, terhitung mulai lantaran 1 April 2020.

“Hal ini terpaksa kami kerjakan mengingat daya beli pasar dengan juga menurun drastis dan adanya pemberlakuan karantina wilayah di beberapa daerah di Indonesia, ” ujarnya kepada Kontan. co. id. Senin (6/4).

Juli menyatakan untuk menjaga agar arus simpanan tidak sampai terganggu dengan penurunan aktivitas pengeluaran barang, diharapkan dengan penghentian produksi untuk sementara zaman adalah jalan terbaik bagi kelangsungan CAKK.

Meski tersedia penutupan pabrik sementara waktu, Juli belum bisa buka-bukaan soal dampaknya ke kuartal II 2020. “Sejauh ini masih kami hitung, ” kata Juli.

Sebelum surat edaran ini dikeluarkan, Cahayaputra Asa Keramik juga mengakui menunda penambahan kapasitas produksi pabrik Karawang karena adanya travel banned dari pemerintah lndonesia dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19 sehingga pengiriman instrumen Ex. ltalia dan China menikmati penundaan.

Padahal tadinya CAKK berencana melakukan penambahan kapasitas pabrik yang bisa mengungkit daya produksi hingga 47% di kuartal II 2020.

Supaya tetap ada pemasukan, Juli memasukkan, saat ini CAKK masih melaksanakan usaha yang terbaik untuk menjajakan stok keramik yang ada ke daerah yang masih dapat menyerap produk perusahaan.

Baca Juga: Dampak corona, Cahayaputra Asa Seling (CAKK) tunda penambahan kapasitas produksi

Penerimaan Bukit Asam (PTBA) konsisten menyusun dalam lima tahun terakhir

0

Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Di tengah volatilitas harga batubara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih bisa mengalami beberapa kali lonjakan kinerja di periode tarikh 2015 sampai 2019 lalu.

Berdasarkan laporan keuangan, perolehan PTBA pada 2015 tercatat sejumlah Rp 13, 84 triliun. Pada saat yang sama laba bersih perusahaan berada di level Rp 2, 03 triliun.

Berlanjut di tahun 2016, pendapatan PTBA kembali naik menjadi Rp 14, 05 triliun. Tetapi menyaruk bersih perusahaan ini turun menjelma Rp 2 triliun.

Baca Juga: IHSG rebound 2, 02%, ini 10 saham net buy terbesar investor asing kemarin, Jumat (3/4)

Mendatangi tahun 2017, PTBA lagi-lagi menjalani kenaikan pendapatan menjadi Rp 19, 47 triliun sekaligus kenaikan menyaruk bersih menjadi Rp 4, 47 triliun.

Pendapatan PTBA kembali naik menjadi Rp 21, 16 triliun pada tahun 2018. Begitu juga dengan laba bersihnya yang meningkat menjadi Rp 5, 03 triliun.

Final, di tahun 2019 pendapatan PTBA meningkat lagi menjadi Rp 21, 78 triliun. Bedanya, di tarikh lalu laba bersih perusahaan turun menjadi Rp 4, 05 triliun.

Sementara itu, buatan batubara PTBA pada tahun 2015 mencapai 19, 17 juta ton. Jumlah ini meningkat menjadi 19, 6 juta ton pada tarikh 2016. Produksi batubara PTBA balik naik menjadi 24, 2 juta ton pada tahun 2017.

Batubara yang diproduksi PTBA lagi-lagi naik menjadi 26, 4 juta ton pada tahun 2018. Adapun di tahun 2019 kemarin, produksi batubara emiten pelat abang ini mencapai 29, 1 juta ton.

Baca Juga: Pasal Corona, Penjualan Mobil Astra International (ASII) Turun Hingga 30%

Sekretaris Perusahaan PTBA Hadis Surya Palapa berpendapat, pihaknya senantiasa meningkatkan level produksi, pengangkutan, dan penjualan batubara.

Selain itu, PTBA juga menerapkan efisiensi biaya di semua garis operasi bisnis dan penerapan metode kelola perusahaan yang baik secara konsisten.

Apakah kita perlu memakai masker N95 untuk mencegah virus corona?

0

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID kacau JAKARTA. Menggunakan kedok menjadi salah satu upaya kita untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona ketika bepergian ke luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk mencegah terkena virus corona, apakah kita menetapkan menggunakan masker N95?

Masker N95 merupakan masker yang melindungi pengguna dari partikel reda dan airborne . Masker ini memiliki kapasitas filter untuk partikel yang lebih mungil daripada masker bedah.

Prof Wiku Adisasmito Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Covid-19 mengatakan bahwa masker ini digunakan untuk tenaga medis dengan menangani pasien dengan risiko infeksi tinggi. Wiku menyarankan dokter gigi dan perawat yang menangani penderita risiko infeksi tinggi agar memakai masker ini. “Tenaga medis yang tidak menangani pasien risiko tinggi hanya perlu mengenakan masker hancur, ” kata Wiku dalam video conference, Sabtu (4/4).

Baca Juga: WHO: Semakin banyak orang muda yang sekarat karena virus corona (covid-19)

Wiku mengatakan bahwa masyarakat hanya menetapkan menggunakan masker kain yang terdiri dari tiga lapis. Jika masker ini sudah basah, maka perlu diganti. “Menggunakan masker kain itu tidak hanya untuk melindungi kita, tapi juga untuk melindungi orang lain, ” kata dia.

Sementara masker bedah menetapkan dipakai oleh tenaga kesehatan serta orang-orang yang sakit.

Apa beda masker N95 serta masker bedah? Selain bisa menyaring partikel yang lebih kecil daripada masker bedah, masker N95 biar didesain untuk menutup rapat paras. Menurut Food and Drug Administration (FDA) yang merupakan badan pengelola obat dan makanan Amerika Serikat (AS), setidaknya 95% partikel sangat kecil tidak menembus masker ini meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko penyakit.

Baca Juga: Tidak disangka, Trump meminta 3M hentikan ekspor masker N95

Klasifikasi penggunaan masker itu dianjurkan untuk mengatasi kelangkaan kedok bedah dan masker N95 untuk tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien yang terinfeksi virus corona. “Masker sangat tidak efektif untuk masyarakat umum yang tidak mengenakannya dengan benar, ” prawacana Dr. Amesh A. Adalja, senior scholar Johns Hopkins Center for Health Security kepada Health. com.

Yang lebih penting daripada mengenakan kedok adalah physical distancing serta menjaga kejernihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir memutar tidak selama 20 detik. “Selain itu mulai menghentikan kebiasaan buat menyentuh wajah, hidung, mulut, dan mata karena ini adalah rute-rute paling klasik untuk Covid-19, ” kata Juru Bicara Pemerintah Istimewa Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, Sabtu (4/4).