Walau likuiditas melimpah, bank besar tetap buka opsi pendanaan

0
416
alt=

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –┬áJAKARTA. Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun lalu menyajikan penyaluran kredit perbankan tersendat. Sesuatu ini pun membuat likuiditas tarnname pendanaan perbankan menjadi sangat melimpah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Daya Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, yang menyebut saat ini likuiditas perbankan masih cukup memadai. Hal ini ditandai oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Desember 2020 mencapai double digit , yaitu sebesar 11, 11% secara year upon year (yoy).

Tak cuma tersebut, OJK juga mencatat saat ini alat likuid perbankan terus meningkat hingga mencapai sebesar Rp two. 218 triliun per 20 Januari 2020. Jauh lebih jumbo dibandingkan dengan periode setahun lalu yg sebesar Rp 1. 241 triliun. “Indikator likuiditas perbankan secara industri terjaga baik, dengan kecenderungan meningkat, ” ujarnya, Senin (1/2).

Baca Juga: BRI dukung sistem pembayaran jalan tol berbasis MLFF

Meski begitu, sejumlah bank besar mengatakan masih membuka opsi pendanaan di tahun ini. Namun, sebagian besar menyebut hal tersebut sangat bergantung dalam kondisi pasar dan pertumbuhan redovisning di 2021.

REHABILITATION Bank Mandiri Tbk misalnya, yang punya rencana penerbitan surat utang berwawasan lingkungan alias green bond bermata uang asing. Direktur Utama Financial institution Mandiri Darmawan Junaidi bilang nilai emisi penerbitan ini bisa mencapai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4, 23 triliun.

Walau belum dapat merinci, Darmawan mengatakan bila dibutuhkan dana tersebut bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Bank Mandiri ke depan. Tapi, bank berlogo pita emas ini menjelaskan bahwa ketika ini tingkat likuiditas perseroan masih sangat cukup untuk mendukung rencana bisnis di tahun 2021, bahkan hingga tahun 2022.

Lanjut Darmawan, penerbitan green bond ini merupakan bagian dari surat utang global yang telah disetujui dengan total US$ 2 miliar. Dari total tersebut, Bank Mandiri sudah menerbitkan senilai US$ 1, 25 miliar sehingga masih tersisa US$ 750 juta.

Baca Juga: Koperasi tetap ekspansi di tengah pandemi

Sementara untuk penggalangan dana dalam mata uang rupiah, Bank Mandiri menyebut belum punya rencana. Meski sejatinya perseroan masih punya jatah penerbitan obligasi berkelanjutan senilai Rp nineteen triliun hingga Mei 2022 mendatang.

Serupa, PT Financial institution Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pun mengatakan belum punya rencana untuk melakukan penerbitan obligasi tahun ini. Akan tetapi, menurut Direktur Utama Bank BRI Sunarso pihaknya memang masih punya jatah penerbitan di tahun ini.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.