IDI: Sepanjang pandemi, ada 342 aparat medis wafat karena Covid-19

0
484

Sumber: Kompas. com | Editor: Anna Nirmala Perwitasari

KONTAN. CO. ID –┬áJAKARTA . Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat Covid-19. Dalam rilis yang diterima Kompas. com Sabtu (5/12), IDI mencatat sejak Maret hingga Desember 2020, total ada 342 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat virus corona.

Adapun tenaga medis dan kesehatan yang wafat terdiri dari 192 sinse, 14 dokter gigi, dan 136 perawat.

Dari jumlah dokter yang wafat itu, 101 merupakan dokter umum, 4 orang di antaranya merupakan guru besar. Kemudian ada 89 sinse spesialis dengan 7 guru mulia, dan 2 residen yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI provinsi serta 85 IDI Bagian (Kota/Kabupaten).

Baca Juga: IDI: Libur panjang telah terbukti meningkatkan kasus positif Covid-19

Jika dirinci secara bahan provinsi, berikut jumlah tenaga medis yang meninggal akibat Covid-19:

  • Jawa Timur 39 dokter, 2 dokter gigi, & 36 perawat
  • DKI Jakarta 31 dokter, 5 sinse gigi dan 21 perawat
  • Sumatra Utara 24 dokter dan 3 perawat
  • Jawa Barat 17 dokter, 3 dokter gigi, dan 18 pembela
  • Jawa Tengah 17 dokter dan 21 perawat
  • Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat
  • Banten 7 dokter dan 2 perawat
  • Bali 6 dokter
  • DI Aceh 6 dokter dan 2 pembela
  • Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat
  • Riau 5 dokter
  • DI Yogyakarta 5 tabib dan 2 perawat
  • Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat
  • Sumatra Selatan 4 dokter dan 5 perawat
  • Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat
  • Sulawesi Utara 3 dokter
  • Nusa Tenggara Barat 2 sinse
  • Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter geraham, dan 2 perawat
  • Kalimantan Tengah 1 dokter serta 2 perawat
  • Terkatung-katung 1 dokter dan 1 pembela
  • Maluku Utara satu dokter dan 1 perawat
  • Bengkulu 1 dokter
  • Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi
  • Papua Barat 1 sinse
  • Papua 2 pembela
  • DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat
  • Nusa Tenggara Timur 1 perawat
  • Kalimantan Barat 1 perawat

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah menjelaskan, sekitar 75% perawat yang meninggal akibat Covid-19 umumnya bertugas di kamar rawat inap.

“Kemungkinan perawat tertular daripada pasien sebelum hasil swab itu (pasien) keluar dari lab (laboratorium) atau Orang Tanpa Gejala (OTG), ” kata Harif dalam terbit tersebut.

Baca Juga: Sudah 160 dokter meninggal karena Covid-19, ini permintaan IDI ke asosiasi

Pihaknya menyadari bahwa para tenaga kesehatan dibanding berbagai divisi sudah kewalahan mengikhtiarkan lonjakan pasien Covid-19 dan hasil swab yang harus diperiksa.

Oleh sebab itu, ia berharap dukungan pemerintah dan pemangku fasilitas kesehatan untuk meningkatkan status perlengkapan pemeriksaan kesehatan.

“Sehingga bisa diperoleh hasil yang lebih cepat untuk mengurangi nilai penularan di fasilitas kesehatan, tercatat pemeriksaan rutin untuk para gaya kesehatan, ” harap dia. (Nicholas Ryan Aditya)

Tulisan ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “IDI: Sejak Maret 2020, Total 342 Petugas Medis Wafat karena Covid-19”.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas menghiraukan Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.