Targetkan pertumbuhan kredit 4%, BNI menuju segmen korporasi

0
476

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. PT Bank Negeri Indonesia Tbk (BBNI) berkomitmen buat menjaga pertumbuhan kredit hingga tutup tahun berada di kisaran 2%-4% (yoy) dengan mengandalkan segmen korporasi. Nantinya, BNI akan memfokuskan kredit korporasi pada sektor yang relatif tidak terdampak pandemi dan memiliki sumbangan positif, termasuk yang berorientasi ekspor dan padat karya.

Sampai kini, kredit korporasi BNI berkontribusi terhadap 53% terhadap mutlak kredit keseluruhan. Selanjutnya perseroan pula akan menargetkan korporasi top tier untuk ekspansi.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir bilang segmen korporasi pula akan ditopang oleh sejumlah nilai sindikasi.

“Sementara untuk kredit sindikasi, kontribusinya terhadap portofolio sampai Oktober lalu adalah 17% dari keseluruhan kredit korporasi. Di tengah pandemi BNI optimis maka akhir tahun kontribusi sindikasi bisa sama dengan tahun lalu yaitu sebesar 20%, ” ujar Silvano dalam keterangan resminya, Minggu (6/12).

Adapun, sejauh tersebut bank berlogo angka 46 tersebut juga telah menyalurkan kredit di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk korporasi senilai Rp 3, 7 triliun atau 15% daripada total kredit yang disalurkan. Silvano menambah sektor pertambangan, serta sasaran dan minuman juga masih mendokumentasikan permintaan yang baik.

Baca Juga: Bank Gencar Bangun Peduli Banking Melalui Fitur API yang Dibangun Menggandeng Fintech

“Barang-barang yang affordable di market dan dikonsumsi khalayak. Food and beverage dan konsumer, pertambangan, komoditas dengan kami lihat demand nya cukup sehat, ” sambungnya.

Tatkala sektor pertanian, informasi, komunikasi, uluran tangan, kesehatan, kegiatan sosial dan pertolongan pendidikan sudah menunjukkan pemulihan pada kuartal III-2020. Selain itu, zona perdagangan, transportasi, pergudangan, makanan & minuman juga diperkirakan akan sembuh lebih cepat seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan adanya vaksin.

“Dengan begitu, juga dengan sektor-sektor yang lain kaya pengolahan, manufaktur, kalau background tadi mampu terjadi, sektor yang tadi mampu bergerak bertumbuh sesuai dengan suruhan masyarakat, ” katanya.

Silvano menegaskan Indonesia masih memiliki potensi besar dengan berbagai daerah unggulan yang tidak dimiliki negara lain. Namun tetap dibutuhkan persekutuan untuk mengoptimalkan potensi ini, supaya ketika krisis berakhir segmen korporasi bisa pulih lebih cepat sebab multiplier effect- mungkin sangat besar.

“Perbaikan sektor korporasi akan berpengaruh ke segmen lainnya, bukan cuma sesama korporasi tetapi segmen consumer serta ritel, ” lanjutnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan secara internal, sebagian besar debitur mengaku butuh waktu untuk bisa membenarkan kondisi bisnis akibat pandemi. Alhasil, apa yang dilakukan regulator buat membantu perbankan dan pelaku bisnis di dalamnya memang dampaknya bisa dirasakan.

“Sejalan dengan restrukturisasi dan sebagaimana strategi di tengah pandemi kami ambil metode pre emptif pencadangan aset. Jadi rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio BNI hingga kuartal III-2020 berada di level di arah 200%, ” pungkasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah watak kami untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Jadi ungkapan terimakasih atas perhatian Kamu, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.