Bio Farma amankan 125 juta dosis vaksin Covid-19 untuk 2021

0
428

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN. CO. ID –┬áJAKARTA . Induk holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) menghargai sudah mengamankan 125 juta vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi di tahun depan.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menjelaskan saat itu semua negara berlomba-lomba mendapatkan kanal vaksin, negara kaya dengan gaya ekonominya, sudah sejak awal menimbulkan untuk dapat supply .

“Jadi Bio Farma harus inisiatif cepat pada mana kondisi semuanya berebut (vaksin). Kalau tidak cepat ambil letak mungkin sampai tahun depan kita masih mencari cara bagaimana memperoleh aksesnya, ” jelasnya dalam konvensi pers MarkPlus Conference 2021 Lima Navigasi Menghadapi Tahun 2021 secara virtual, Rabu (9/12).

Baca Juga: Bisa didistribusikan awal 2021, berapa harga vaksin corona?

Menurut Honesti, negara seperti Indonesia memiliki kelebihan berupa pabrik yang bisa memproduksi vaksin. Tentu hal ini sebagai jumlah tambah sekaligus daya tawar ke penemu vaksin. Jadi tidak hanya dapat kapasitas, Indonesia bisa mendapatkan garansi akses vaksin yang lekas.

Maka dari tersebut, di samping mengimpor vaksin siap, Bio Farma juga melakukan pengadaan impor bahan baku vaksin ( bulk ) supaya mampu memproduksi vaksin sendiri.

Honesti mengungkapkan Bio Farma sudah mendapatkan akses bahan baku vaksin ( bulk ) yang akan dikirimkan dengan bertahap. Rinciannya, pada Desember 2020 akan diimpor 15 juta jumlah bulk, kemudian di Januari 2021 sebanyak 30 juta dosis. Tinggi di Februari 2021 sebanyak 5 juta dosis, April hingga Desember 2020 sebanyak 90 juta dosis.

“Kami sudah secure 140 juta dosis bahan baku ( bulk ) sampai akhir tahun depan. Kalau dibuat akan menjadi agak 122 juta dosis vaksin jadi, ” jelasnya.

Adapun kalau ditotal dengan vaksin jadi yang diimpor dari Sinovac, maka Bio Farma sudah mengamankan kurang lebih 125 juta dosis vaksin jadi untuk 2021.

Kendati demikian, bila dibandingkan dengan kebutuhan vaksin agenda pemerintah di 2021, pemerintah Indonesia telah mengatakan setidaknya butuh sekitar 246 juta vaksin, artinya Bio Farma masih kurang sekitar 120-an juta dosis vaksin lagi. Honesti mengatakan hal ini yang sedangkan coba didiskusikan dengan produsen vaksin Covid-19 lainnya seperti Novavax, Pfizer, dan Astrazeneca.

“Di samping mengamankan yang sudah tersedia, kami juga akan menambah kenistaan dari target, ” jelasnya.

Honesti mengatakan perkiraan pucuk akses vaksin di kuartal I 2020 karena sebagian besar vaksin yang akan dikembangkan dapat emergency use authorization (EUA) dari negara masing-masing di kuartal I 2020.

DONASI, Dapat Voucer Percuma!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk menyediakan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih tempat perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa dimanfaatkan berbelanja di KONTAN Store.