Pelaku usaha optimistis pasar ekspor tolol masih gurih

0
355

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA . Ekspor udang nasional menunjukkan kinerja yang positif di tahun 2020. Bersandarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diolah oleh Wadah Udang Indonesia (FUI), ekspor udang nasional di sepanjang Januari-November 2020 mencapai US$ 1, 86 miliar, lebih besar dari realisasi ekspor udang nasional sepanjang tahun 2019 yang sebesar US$ 1, tujuh miliar.

Realisasi tersebut didapat dari ekspor udang beku, udang hidup, udang olahan, serta udang segar-dingin.

Tahun ini, peluang ekspor udang dinilai masih menjanjikan. Ketua FUI, Budhi Wibowo mengatakan, penguasaan pangsa pasar alias market share udang nasional di pasar udang global masih sangat kecil, yakni dalam bawah 5%.

Sebab karenanya, kinerja ekspor udang nasional masih berpotensi untuk terus bertumbuh. Realisasi naik turunnya kinerja ekspor tersebut sangat bergantung pada banyak-sedikitnya pasokan udang nasional.

“Kalau supply banyak, utilitas UPI (Unit Pengolahan Ikan) akan terbang, secara otomatis akan menurunkan HPP (Harga Pokok Penjualan) sehingga meningkatkan daya saing kita di rekan internasional, ” kata Budhi kepada Kontan. co. id, Selasa (19/1).

Optimisme serupa pula dijumpai di kalangan para eksportir udang. Corporate Secretary and Head of Investor Relation PT Panca Mitra Multiperdana Tbk, Christian Jonathan mengatakan, permintaan udang beku di 3 negara pengimpor udang terbesar, yakni Amerika Serikat (AS), Jepang dan China terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun belakang. Kebiasaan untuk berdiam diri dalam rumah semasa pandemi Covid-19 diduga menjadi faktor yang mendorong kenaikan permintaan udang siap masak tersebut.

Menyuarakan Juga: Kadin optimistis kinerja sektor perikanan dan kelautan membaik di tahun 2021

Di sisi lain, prospek pasar di negara-negara asing di wilayah Uni Eropa selalu masih terbuka untuk digarap. Makanya, PMMP optimistis menargetkan penjualan kira-kira US$ 190 juta atau tumbuh sekitar 12% dibanding realisasi tahun lalu.

Untuk melacak target tersebut, PMMP telah merancang sejumlah strategi. Beberapa di antaranya seperti memacu penjualan produk berniali tambah, meningkatkan penetrasi pasar ke AS dan Jepang serta melangsungkan ekspansi pasar ke wilayah Bon Eropa.

“Ekspansi ekspor kami dengan tapping new market, seperti Uni Eropa. Kami sudah mendapatkan ASC Certification (sertifikasi untuk ekspor ke UE). Beberapa daya buyer pun sudah menyampaikan minatnya kepada kami, ” kata Christian kepada Kontan, Senin (18/1).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang mampu digunakan berbelanja di KONTAN Store.