Dolar AS kembali dilirik, rupiah berpotensi melemah pada Kamis (28/1)

0
349

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Nirmala Perwitasari

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Rupiah berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (28/1). Dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali dilirik karena merupakan aset safe haven jadi pemberat kinerja rupiah.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira memperkirakan, rupiah melemah seiring meningkatnya minat investor terhadap dolar AS. Kejadian ini tercermin dari kenaikan indeks dolar AS yang naik 0, 27% menjadi level 90, 4.

“Kenaikan kejadian Covid-19 secara global dan penyekatan sosial yang dilakukan di kaum negara kembali menurunkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi, ” kata tempat kepada Kontan. co. id, Rabu (27/1).

Bhima sejumlah, turunnya optimisme pemulihan tercermin dibanding hasil polling Reuters yang menunjukkan 95 dari 155 ekonom menyebutkan bahwa risiko Covid-19 kembali meningkat pada skala tinggi dan memperlambat pemulihan secara global.

Baca Juga: Pergerakan mata uang Asia bervariasi, rupiah ditutup menguat 0, 11% pada Rabu (27/1)

Oleh karena itu, Bhima memperkirakan rupiah berpotensi melemah & akan bergerak pada rentang Rp 14. 070 – Rp 14. 100 per dolar AS.

Asal tahu saja, rupiah di pasar spot berhasil menguat 0, 11% menjadi Rp 14. 050 per dolar AS. Bhima menyebut hal ini didorong sebab optimisme pemerintah Indonesia terkait kapasitas stimulus fiskal untuk mendorong perbaikan ekonomi.

Sentimen asing yang mendorong laju rupiah adalah terpilihnya dewan pengawas Lembaga Pemimpin Investasi yang sesuai dengan rencana pelaku pasar.

DONASI, Mampu Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat ana untuk menyajikan artikel-artikel yang bernas dan bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di LANGSUNG Store.