Ekonom CORE: Masih terlalu dini buat bilang kinerja manufaktur sudah kembali normal

0
328

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Indeks manufaktur Indonesia kembali meningkat pada kamar Januari 2021. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan lalu sebesar 52, 2 atau naik lantaran 51, 3 pada bulan Desember 2020.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, perubahan indeks manufaktur belum tentu menjadi tanda industri manufaktur sudah pulih. Apalagi, masih dengan adanya Covid-19 di Idnoensia.

“Masih terlalu dini untuk memperhitungkan apakah industri manufaktur sudah kembali normal. Baru, setelah kinerja manufaktur dipertahankan dan ekonomi kembali ke level positif, peluang kinerja manufaktur bisa dikatakan kembali ke suasana normal, ” kata Yusuf kepada Kontan. co. id, Senin (1/2).

Namun, Yusuf tidak menampik kinerja positif dari pabrik pengolahan merupakan catatan positif untuk proses pemulihan ekonomi, setidaknya pada kuartal I-2021. Capaian ini serupa mengejutkan dan tidak seperti model sebelumnya. Pasalnya, pada saat pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas, di era yang sama PMI Manufaktur akan terkontraksi.

Membaca Juga: Ini dalil Sri Mulyani masih percaya muncul ekonomi di 2021 tumbuh 5%

Namun, itu tidak terjadi pada bulan Januari 2021. Padahal, pada saat itu pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama dua minggu, dan berlanjut di bulan Februari 2021.

Ke aliran, Yusuf masih melihat masih ada risiko yang membayangi prospek kinerja manufaktur. Salah satu risikonya ialah soal efektivitas vaksinasi. Apalagi, era ini ada risiko suplai vaksin yang terbatas sehingga berpotensi berdampak pada peningkatan harga vaksin.

Takutnya, Indonesia bisa tersentuh imbasnya. Kalau harga vaksin meningkat, bisa saja akan berdampak di dalam perubahan kebijakan dalam negeri.

Risiko selanjutnya masih muncul dari Covid-19. Memang saat itu Indonesia tengah melaksanakan program vaksinasi, tetapi kalau ini tidak dikombinasikan dengan kebijakan test, tracing, dan treatment yang tepat dan bangsa tdiak mematuhi protokol kesehatan, oleh karena itu peningkatan kasus bisa tetap tinggi.

“Bila ini terjadi, risiko pemulihan ekonomi akan berlaku lebih lambat dan ini akan memengaruhi industri manufaktur juga, ” tandasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang mampu digunakan berbelanja di KONTAN Store.