Larangan media sosial meluas, militer Myanmar blokir Twitter dan Instagram

0
328

KONTAN. CO. ID –¬†YANGON. Otoritas militer dengan bertanggungjawab atas Myanmar memperluas pembatasan media sosial menyusul kudeta Senin (1/2), dengan meblokir Twitter dan Instagram

Selain Facebook dan aplikasi terkait, pemerintahan tentara Myanmar pada Jumat (5/2) memerintahkan operator komunikasi dan penyedia layanan internet untuk memotong akses ke Twitter dan Instagram.

Melansir Channel News Asia, pemerintahan militer Myanmar dalam pernyataan mengatakan, beberapa karakter mencoba menggunakan kedua platform tersebut untuk menyebarkan berita palsu.

Netblocks, yang melacak usikan dan penutupan media sosial, mengonfirmasi hilangnya layanan Twitter di Myanmar mulai pukul 10 malam. Instagram sudah tunduk pada pembatasan.

Baca Serupa: Terkait Myanmar, Jokowi ingatkan agar anggota hormati prinsip-prinsip piagam ASEAN

Twitter menyatakan “sangat prihatin” pada perintah pemblokiran layanan internet dalam Myanmar dan berjanji untuk “mengadvokasi untuk mengakhiri pemblokiran oleh negeri yang merusak”.

“Itu merusak percakapan publik dan sah orang untuk membuat suara mereka didengar, ” kata juru kata Twitter dalam pernyataan Sabtu (6/2), seperti dikutip Channel News Asia.

Protes atas kudeta terus bersambung

Telenor, perusahaan telekomunikasi yang berbasis pada Norwegia dan beroperasi di Myanmar melalui anak perusahaannya, menyebutkan, telah mematuhi perintah tersebut tetapi menodong “perlunya dan proporsionalitas arahan tersebut”.

Media pemerintah benar disensor di Myanmar, dan Facebook khususnya telah menjadi sumber berita dan informasi utama di negara junta tersebut. Platform media baik itu juga digunakan untuk kampanye protes kudeta.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB mendesak tentara Myanmar bebaskan semua tahanan politik

Editor: S. S. Kurniawan